Share

Bulog Tak Terima Penugasan Stabilkan Harga Minyak Goreng

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 11 Maret 2022 13:52 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 11 320 2560041 bulog-tak-terima-penugasan-stabilkan-harga-minyak-goreng-6nNZd7ahNj.jpg Minyak goreng Murah Langka di Pasar. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengaku belum menerima penugasan dari negara untuk menindaklanjuti terjadinya kelangkaan dan tingginya harga minyak goreng di pasaran. Padahal, penugasan itu penting untuk menstabilkan harga dan pasokan pangan dasar tersebut.

Buwas menjelaskan, ketersediaan komoditas minyak goreng bukan menjadi kewajiban atau tanggung jawab Bulog. Intervensi BUMN di sektor pangan itu akan dilakukan, bila pemerintah telah memberikan penugasan.

Baca Juga: Heboh Sandal Berbaris Antre Beli Minyak Goreng, ke Mana Pemiliknya?

"Kalau minyak goreng Bulog tidak ada tanggung jawabnya. Dan diberikan kepada Bulog itu penugasan, seperti daging tadi, Bulog itu penugasan, tidak ada kewenangan Bulog untuk terus otomatis mendatangkan," ujar Buwas saat ditemui di kawasan pergudangan Bulog, Jakarta, Jumat (11/3/2022).

Penugasan kepada Bulog berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 48 Tahun 2016 tentang Penugasan kepada Perum Bulog dalam Rangka Ketahanan Pangan Nasional. Melalui beleid ini, pemerintah menugaskan BUMN untuk menjaga ketersediaan pangan dan stabilisasi harga pangan pada tingkat konsumen dan produsen.

Baca Juga: Pedagang Heran Minyak Goreng Mahal Stok Banyak, Giliran Murah Bak Ditelan Bumi

Pangan yang dimaksud dalam regulasi tersebut mencakup beras, jagung, kedelai, gula pasir, minyak goreng, tepun terigu, bawang merah, cabai, daging sapi, daging ayam ras, dan telur.

Hanya saja, lanjut Buwas, dalam kasus kelangkaan dan tingginya minyak goreng proses stabilisasi belum bisa dilakukan Bulog kantaran belum ada penugasan yang diberikan.

Menurutnya, Badan Pangan Nasional sebagai regulator pangan di dalam negeri pun belum memberikan arahan kepada Bulog selaku operator untuk mengambil langkah inisiatif mengatasi persoalan minyak goreng. Saat ini, baru Kementerian Perdagangan (Kemendag), Badan Pangan Nasional, dan Holding BUMN Pangan atau ID Food yang sudah melakukan sejumlah langkah intervensi.

"Kalau sekarang kenapa minyak goreng langkah? Itu ada hubunganya dengan Menteri Perdagangan dan kemarin sudah dijelaskan oleh Mendag, bagaimana kelangkaan, dan Mendag sudah berkoordinasi kepada penegak hukum untuk ditelusuri. Karena benar, jatah yang ada di Kemendag jumlah yang dibutuhkan untuk dalam negeri untuk kebutuhan masyarakat, tetapi sampai hari ini kok kosong gitu, pasti ada something dong, yang bisa membuktikan ini dari pihak penegakan hukum," ungkap Buwas.

Mahalnya harga minyak goreng sempat menjadi kendala yang cukup lama beberapa waktu lalu. Pemerintah lalu menetapkan HET minyak goreng seharga Rp 14.000 per liter.

Namun, usai ada kebijakan tersebut, stok minyak goreng tiba-tiba menjadi langka di pasaran. Di berbagai ritel atau swalayan banyak terlihat masyarakat berebut ketika ada stok minyak goreng.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini