Share

Dirut Pelita Air Jadi Tersangka Korupsi Pesawat Garuda, Stafsus Erick Thohir Beri Penjelasan

Suparjo Ramalan, iNews · Senin 14 Maret 2022 17:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 14 320 2561478 dirut-pelita-air-jadi-tersangka-korupsi-pesawat-garuda-stafsus-erick-thohir-beri-penjelasan-NXDigTxsB6.jpg Albert Burhan Jadi Tersangka. (Foto: Okezone.com/Sindo)

JAKARTA - Albert Burhan, Direktur Utama PT Pelita Air Service (PAS) ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan pesawat PT Garuda Indonesia Tbk. Hal ini pun mengagetkan Kementerian BUMN.

Pasalnya, pemegang saham tidak menduga sebelumnya Albert akan tersangkut tindak pidana yang terjadi sejak tahun 2011-2012 itu.

Penetapan Albert dan sejumlah nama oleh penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) merupakan konsekuensi logis atas laporan Menteri BUMN Erick Thohir ke Kejaksaan Agung beberapa waktu lalu. Hanya saja,

Baca Juga: Albert Burhan Dinonaktifkan sebagai Dirut Pelita Air Usai Jadi Tersangka

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga mengaku laporan itu baru berdasarkan hasil audit tim Kementerian BUMN.

Artinya, dugaan keterlibatan Albert Burhan dan sejumlah nama lain belum diketahui sebelumnya. Arya menyebut penetapan tersangka lantaran adanya pendalaman Kejagung.

"Itu sih engga (tersangka sudah diketahui sebelumnya), kami kan enggak sampai ke orang-orang detail, karena kan laporan itu kalau audit itu dia kan per bagian saja, kalau ternyata setelah ditelusuri akan bisa saja, setelah ditanya kan bisa saja ada yang ngomong, kalau audit kan belum tentu ngomong," ujar Arya saat ditemui di kantor Kementerian BUMN, Senin (14/3/2022).

Kementerian BUMN, lanjut Arya, mempercayai bahwa hasil investigasi atas laporan Erick Thohir didasarkan pada data-data valid. Bahkan, temuan tersebut melengkapi laporan awal yang diajukan Erick Thohir.

Baca Juga: Sebelum Jadi Tersangka Korupsi Pesawat Garuda, Ini Harapan Erick Thohir ke Albert Burhan

Arya memastikan pihaknya terus membuka diri terhadap laporan tindak pidana korupsi yang diduga terjadi di internal perusahaan pelat merah. Laporan itu akan divalidasi dan selanjutnya ditindak lanjut ke pihak penegakan hukum.

"Jadi, kita percayakan saja ke kejaksaan, hasil investigasi Kejaksaan, kan pasti lebih lengkap lagi temuan mereka daripada kami, tapi paling engga dari hasil audit yang kami lakukan, kami adukan setelah itu dia, artinya kami sudah siap membuka diri, jadi bukan dari posisi tertutup ditangkap, kita kan membuka diri, lalu ngasih data, silahkan liat alurnya kalau di keuangan kami seperti ini, kalau di investigasi secara hukum kan bisa beda juga," ungkap dia.

Albert memang cukup berpengalaman di industri penerbangan nasional, khususnya di internal Garuda Indonesia sejak 2005. Saat itu dia menjabat sebagai VP Treasury Management emiten dengan kode saham GIAA periode 2005-2012.

Baca Juga: KKP Selamatkan Kerugian Negara Sebesar Rp30 Miliar dari Tindak Penyelundupan BBL

Sejak itu, dia terlibat aktif dalam beberapa kegiatan bisnis Garuda. Misalnya, terlibat dalam transaksi di bidang aircraft leasing, aircraft financing, corporate and debt restructuring dan initial public offering (IPO) Garuda Indonesia.

Kiprah Albert Burhan itulah menjadi alasan utama Erick Thohir memberikan kepercayaan kepadanya untuk menata kembali bisnis anak usaha PT Pertamina (Persero) di sektor penerbangan itu, setelah dia menjabat sebagai Dirut PT Citilink Indonesia.

Di dunia penerbangan dalam negeri, Albert terakhir menjabat sebagai CEO PT Aero Jasa Cargo, anak perusahaan Garuda di bidang logistik. Dalam catatan MNC Portal Indonesia, Erick Thohir memberi harapan besar terhadap Albert Burhan untuk mentransformasikan bisnis PAS. Bahkan, penunjukan itu diklaim sebagai langkah pembenahan perseroan. "Artinya kan kita lagi benahi mereka, Pelita Air. Kita benahilah supaya bagus," ungkal Arya.

Pemegang saham berharap dengan bergabungnya Albert Burhan dapat memperbaiki kinerja maskapai penerbangan di bawah naungan Pertamina kedepannya.

Dia menjelaskan, Albert Burhan dinilai menjadi sosok yang tepat mengisi kekosongan posisi Dirut Pelita Air karena memiliki pengalaman mumpuni di bidang aviasi.

Pemegang saham juga berharap dengan lengkapnya struktur direksi, Pelita Air Service dapat berlari kencang dan dapat mengawal pengembangan bisnis yang akan mulai memasuki bidang penerbangan niaga berjadwal, sebagai salah satu maskapai penerbangan nasional.

Saat ini Direktur Keuangan dan Umum, Muhammad Shabran Fauzani ditetapkan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dirut PAS. Tercatat, Shabran Fauzani terakhir menjabat sebagai VP Financing Pertamina dan sebelumnya pernah menjabat sebagai VP Financing Pertamina dan sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan dan SDM PT Patra Jasa yang merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini