Share

Dari Rugi, PGN (PGAS) Kantongi Laba Rp4,3 Triliun pada 2021

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 15 Maret 2022 18:57 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 15 278 2562154 dari-rugi-pgn-pgas-kantongi-laba-rp4-3-triliun-pada-2021-RqVfxK5p1l.jpg PGN Kantongi Laba di 2021 (Foto: Dokumen PGN)

JAKARTA - Subholding Gas Pertamina, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN mencatatkan pendapatan sebesar USD3,06 miliar pada 2021. Pendapatan ini setara Rp43,7 triliun.

Kemudian PGN mencetak laba bersih tahun berjalan yang diatribusikan ke entitas induk USD303,8 juta atau setara Rp4,34 triliun (kurs Rp14.300 per USD).

Laba ini naik dibandingkan tahun 2020 yang di mana PGN mencatat kerugian sebesar USD264 juta.

Sementara laba operasi PGN mencapai USD 420,32 juta, dan EBITDA sebesar USD855 juta.

“Alhamdulilah, di tahun yang masih penuh tantangan akibat pandemi Covid-19, PGN berhasil menjaga kinerja positif 2021. Pemulihan kinerja operasional dari pemulihan ekonomi melalui upaya strategis Perseroan di tengah masa pandemi berhasil menopang kinerja keuangan PGN 2021," kata Direktur Utama PGN M Haryo Yunianto dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (15/3/2022).

Baca Juga: PGN Bakal Ganti Nama Jadi Pertamina Gas Negara

Haryo menambahkan, pencapaian kinerja tersebut diperoleh dari kinerja volume distribusi gas periode Januari sampai dengan Desember 2021 yang meningkat menjadi sebesar 871 BBTUD dari periode sebelumnya sebesar 828 BBTUD. Sedangkan untuk volume transmisi selama tahun 2021 adalah sebesar 1.352 MMSCFD.

Selain itu, juga terdapat peningkatan untuk pengaliran gas ke pembangkit listrik melalui pemanfaatan LNG sendiri (Kontrak TUA FSRU Lampung) menjadi sebesar 29 BBTUD sehingga total gas yang disalurkan melalui skema niaga gas dan TUA adalah 900 BBTUD.

Selanjutnya, untuk kinerja volume lifting minyak & gas adalah sebesar 24.086 BOEPD dan perbaikan harga rata-rata ICP USD 68,8 / BBL, transportasi minyak sebesar 3.543 MBOE dan LPG sebesar 33.831 Ton.

Perseroan juga mampu meningkatkan pangsa pasar melalui penambahan jumlah pelanggan di berbagai sektor menjadi sebanyak 663.877 Pelanggan dengan cakupan jaringan pipa sepanjang 10.776 km.

Posisi keuangan konsolidasian PGN per 31 Desember 2021, tetap menunjukkan posisi keuangan yang masih baik dan kemampuan Perseroan memenuhi kewajiban jangka pendeknya yang masih sangat baik. "Demikian juga dari sisi debt service juga memperlihatkan kemampuan Perseroan dalam memenuhi pembayaran bunga dan pokok pinjaman yang masih mencukupi," katanya.

Realisasi capex atau belanja modal tahun 2021 sebesar USD308,6 juta, yang di antaranya berasal dari pembangunan Pipa Minyak Rokan, Pipa Gresik-Semarang, WK Pangkah, WK Ketapang, serta kegiatan investasi lain yang sudah tahap eksekusi seperti Jargas, Pipa Senipah-Balikpapan, dan LNG RU IV Cilacap.

Haryo menyampaikan bahwa dalam perannya sebagai Sub Holding Gas, PGN dengan semangat energizing you, secara berkelanjutan dengan mengoptimalkan setiap peluang gas bumi melalui program gasifikasi, seperti jargas, kilang, pembangkit listrik, industri tertentu, sektor maritim dan darat yang merupakan fokus Perseroan saat ini dan ke depan. Selain itu, Perseroan juga memiliki fokus dalam pengembangan utilisasi gas bumi yang ramah lingkungan di masa transisi energi menuju energi terbarukan.

“Kami menjalankan peran yang cukup challenging dalam rangka era transisi energi dari fosil ke EBT. Dari posisi kunci sebagai aggregator gas bumi di Indonesia, harapan kami adalah dapat mengisi masa transisi ini melalui penyediaan gas bumi sebagai energi bersih kepada masyarakat,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini