Share

Bank Mandiri (BMRI) Kucurkan Rp6,7 Triliun untuk UMKM per Februari 2022

Anggie Ariesta, Jurnalis · Kamis 17 Maret 2022 13:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 17 278 2563191 bank-mandiri-bmri-kucurkan-rp6-7-triliun-untuk-umkm-per-februari-2022-bbX4k6nj8T.jpg Kredit UMKM Bank Mandiri alami kenaikan (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menyalurkan KUR sebesar Rp6,7 triliun hingga Februari 2022. KUR tumbuh 14% secara year to date (ytd) dibandingkan periode tahun sebelumnya.

Dari total penyaluran KUR tersebut sebanyak 58% telah dialokasikan ke sektor produksi atau sebesar Rp3,8 triliun. Sedangkan untuk sektor non produksi lanjut Josephus telah mencapai Rp2,8 triliun.

SEVP Micro & Consumer Finance Bank Mandiri, Josephus K. Triprakoso mengatakan, pihaknya telah mendapat tambahan alokasi KUR di tahun 2022 sebesar Rp40 triliun. Jumlah tersebut meningkat bila dibandingkan plafon KUR Bank Mandiri di tahun 2021 sebesar Rp35 triliun.

"Dengan adanya perpanjangan program tambahan subsidi KUR 3% di tahun 2022, kami optimis untuk dapat membantu UMKM dalam penyaluran KUR di tahun 2022 secara lebih optimal sesuai dengan target yang dipercayakan oleh Pemerintah," ujar Josephus dalam keterangan resminya, Kamis (17/3/2022).

Hal ini tentunya selaras dengan komitmen Pemerintah yang kembali meningkatkan dana alokasi KUR serta melanjutkan subsidi bunga 3% hingga bulan Desember 2022.

Lebih lanjut, dalam penyaluran KUR tahun ini Bank Mandiri akan tetap fokus menyasar sektor produktif unggulan di masing-masing wilayah guna menangkap momentum pertumbuhan ekonomi di Tanah Air.

Ke depan, Bank Mandiri secara aktif mendorong penyaluran KUR ke sektor produksi untuk mendukung program pemerintah dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional dari dampak pandemi Covid-19.

"KUR Bank Mandiri di tahun 2022 akan tetap difokuskan pada sektor produktif unggulan di masing-masing wilayah, baik pertanian, perikanan, industri pengolahan, maupun jasa-jasa produksi yang didukung sinergi dari seluruh segmen bisnis, koordinasi yang kuat di seluruh jaringan, serta kerjasama strategis dengan perusahaan finansial maupun e-commerce," pungkas Josephus.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini