Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Hari Ini Menguat Tipis ke Rp14.282/USD

Dinar Fitra Maghiszha , Jurnalis-Kamis, 17 Maret 2022 |09:56 WIB
Rupiah Hari Ini Menguat Tipis ke Rp14.282/USD
Rupiah tumbuh tipis hari ini. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Nilai mata uang rupiah di pasar spot hari ini dibuka tumbuh tipis atas dolar Amerika Serikat pada perdagangan Kamis pagi (17/3/2022). Berdasarkan data Bloomberg, hingga pukul 09.15 WIB, mata uang Garuda naik 30 poin atau 0,21% di Rp14.282 per 1 dolar Amerika Serikat.

Pasar uang di kawasan Asia Pasifik tampak bergerak variatif atas dolar AS. Data investing menunjukkan Dolar Hong Kong menurun -0,04% di 7,8218, Won Korea Selatan tumbuh 0,04% di 1.222,59, dan Ringgit Malaysia melesat 0,15% di 4,1890.

 BACA JUGA:Rupiah Hari Ini Perkasa Rp14.294/USD, Mata Uang Asia Kompak di Atas Awan

Peso Filipina turun -0,08% di 52,170, Dolar Taiwan koreksi -0,11% di 28,507, Baht Thailand naik 0,19% di 33,275, Dolar Singapura tumbuh 0,04% di 1,3579, dan Yuan China melambung 0,12% di 6,3448. Adapun Yen Jepang terbenam -0,09% di 118,83, sementara Dolar Australia longsor -0,24% di 0,7307.

Indeks dolar yang mengukur kinerja sejumlah mata uang lainnya dibuka koreksi -0,24% di 98,38, setelah pengumuman kenaikan suku bunga dari Federal Reserve.

"Tidak ada kejutan lain, investor tampaknya sudah berharap terlalu banyak dari The Fed," kata Erik Bregar dari Silver Gold Bull Inc, dilansir Reuters, Kamis (17/3/2022).

Penurunan indeks dolar dinilai mencerminkan kekecewaan pasar bahwa Fed kurang hawkish terhadap kebijakan moneter.

Seperti diketahui, Fed menaikkan suku bunga sebesar 0,25 persen yang diproyeksikan akan mencapai kisaran 1,75% hingga 2% pada akhir tahun ini dan 2,8% pada tahun depan.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement