JAKARTA - Penyebab melonjaknya harga minyak goreng di pasaran saat ini dipicu oleh perang antara Rusia dan Ukraina. Hal ini disampaikan Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi.
Sehingga diharapkan masyarakat bisa maklum dengan kondisi harga pasar saat ini.
Menurutnya, Rusia dan Ukraina merupakan negara yang memproduksi minyak dari biji bunga matahari. Namun, karena mereka berkonflik, pengguna minyak biji matahari atau sunflower dialihkan ke CPO.
Hal itulah yang mengakibatkan harga CPO menjadi mahal dan otomatis berimbas pada harga minyak goreng di dalam negeri.
"Invasi Rusia terhadap Ukraina ini menyebabkan harga-harga barang tinggi, terutama Rusia dan Ukraina ini penghasil daripada minyak sunflower penggantinya adalah minyak CPO sehingga menyebabkan harga minyak CPO Rp14.600 pada awal Februari menjadi Rp18.000 kemarin, dan sudah turun sedikit namun pada dasar naik karena mekanisme pasar," jelas Mendag di Pasar Senen.
Kendati demikian, dia memastikan stok minyak goreng di dalam negeri aman jelang Ramadan hingga hari raya Idul Fitri 2022.
Baca Selengkapnya: Mendag Minta Masyarakat Maklumi Harga Minyak Goreng Naik
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.