Share

PPATK Endus Pemilik Binomo Ada di Kepulauan Karibia

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Jum'at 18 Maret 2022 10:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 18 320 2563721 ppatk-endus-pemilik-binomo-ada-di-kepulauan-karibia-j4xAzUaZZJ.jpg PPATK Endus Pemilik Binomo (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) membeberkan aliran dana yang diduga terkait dengan tindak pidana investasi ilegal.

Kepala PPATK Ivan Yustivandana mengatakan ada aliran dana ke luar negeri yang memiliki nilai nominal signifikan menuju rekening bank yang berlokasi di Belarusia, Kazahkstan, dan Swiss.

Ketiga negara tersebut ditengarai menerima dana yang diduga berasal dari investasi ilegal di Indonesia. Informasi ini terungkap setelah adanya koordinasi dengan Financial Intelligent Unit (FIU) di luar negeri,

"Penerima dana diduga merupakan pemilik dari platform Binomo yang berlokasi di Kepulauan Karibia," kata Ivan dalam siaran resminya, Jumat (18/3/2022).

Dari pengungkapan tersebut, Ivan menduga penerima dana tersebut merupakan pemilik dari platform 'Binomo' yang berlokasi di Kepulauan Karibia. Ivan merinci total aliran dana investasi ilegal yang terkait opsi biner, judi online, robot trading hingga platform tak berizin periode September 2020 - Desember 2021 mencapai 7,9 juta euro.

Nominal itu setara dengan Rp126,75 miliar (asumsi kurs BI 31 Desember 2021: Rp16.044,78). Dana tersebut kemudian ditransfer kembali dengan penerima akhir dana adalah entitas pengelola sejumlah situs judi online dan terafiliasi dengan situs judi di Rusia.

“Di samping itu, berdasarkan analisis transaksi yang dilakukan PPATK, dtemukan juga aliran dana kepada pemilik toko arloji sebesar Rp 19,4 miliar, pemilik showroom mobil/developer sebesar Rp 13,2 miliar. Dari hasil analisis PPATK juga menemukan upaya menyamarkan/atau mengaburkan pihak penerima dana yang diketahui masih di bawah umur balita,’’ tegas Ivan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini