Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Minyak Goreng Curah di RI Tidak Akan Dihapus

Tim Okezone , Jurnalis-Jum'at, 18 Maret 2022 |18:25 WIB
Minyak Goreng Curah di RI Tidak Akan Dihapus
Minyak goreng curah di RI tidak akan dihapus. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah menegaskan keberadaan minyak goreng curah tidak akan dihapus. Sebab, keberadaan minyak goreng curah di pasaran mencakup 70% kebutuhan minyak goreng di Indonesia.

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat berbincang dengan media massa di kantornya, Jakarta, Jumat (18/3/2022).

"Market minyak goreng curah itu 70%. Market normal enggak bisa dihapus," kata Airlangga.

BACA JUGA:Minyak Goreng Curah Jadi Pilihan dengan Disubsidi, Minat?

Padahal sebelumnya ada kebijakan yang akan melarang peredaran minyak goreng curah di pasar pada awal 1 Januari 2022. Namun, kebijakan ini ditunda karena alasan Pandemi Covid-19.

"Minyak goreng curah kita teruskan. Distribusi di pasar itu lebih sederhana dengan format minyak goreng curah," ujarnya.

Pemerintah kini mempersilahkan masyarakat untuk memilih minyak goreng. Jika ingin minyak goreng kemasan premium bisa dibeli di ritel modern, sementara jika ingin membeli yang murah bisa ke pasar tradisional.

"Kalau mau yang minyak goreng premium ke silakan ke modern ritel, kalau mau yang murah bisa ke pasar dengan kemasan curah," ujarnya.

 BACA JUGA:Ada Mafia Minyak Goreng, Menko Airlangga: Tangkap Saja!

Namun pemerintah menegaskan, minyak goreng curah yang beredar saat ini juga sudah SNI sesuai aturan yang berlaku.

Sekadar informasi, larangan penggunaan minyak curah yang rencananya berlaku 1 Januari 2022 dibatalkan.

"Benar (dibatalkan), alasannya pandemi, harga CPO (Crude Palm Oil) dan kebutuhan masyarakat kecil dan UMKM," ujar Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Oke Nurwan, kepada MNC Portal Indonesia, Jumat (10/12/2021).

(Zuhirna Wulan Dilla)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement