Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jeritan Produsen Oleh-Oleh Bandung akibat Minyak Goreng Mahal dan Langka

Ervand David , Jurnalis-Minggu, 20 Maret 2022 |08:24 WIB
Jeritan Produsen Oleh-Oleh Bandung akibat Minyak Goreng Mahal dan Langka
Jeritan produsen oleh-oleh Bandung akibat minyak goreng mahal dan langka. (Foto: INews)
A
A
A

JAKARTA - Produsen oleh-oleh Bandung yang biasa membuat tempe goreng menjerit akibat minyak goreng langka dan mahal saat ini.

Imbasnya, penjual oleh-oleh itu terpaksa menaikkan harga tempe gorengnya.

Awalnya, tempe goreng itu dijual dengan harga Rp40.000 tapi kini menjadi Rp50.000 per kilogram.

Bahkan, untuk harga minyak goreng curah yang mereka beli di harga Rp18.000 per liter.

 BACA JUGA:RI Punya Pabrik Kelapa Sawit Terintegrasi Minyak Goreng, Kelangkaan Teratasi?

Penjual tempe goreng itu pun juga tak bisa mendapat minyak goreng curah sesuai keinginan, karena dibatasi hanya 10 liter saja ke setiap pembeli.

Salah satu penjual oleh-oleh Bandung, Totog mengaku terpaksa memakai minyak goreng curah karena minyak goreng kemasan mahal.

Meski begitu, dia mengatakan kalau omzetnya kini menurun.

"Dengan tingginya harga minyak goreng, penjual tempe goreng berharap agar pemerintah bisa menstabilkan harga minyak goreng yang lebih terjangkau," pintanya.

 BACA JUGA:Cek Stok Minyak Goreng, Satgas Pangan Polda Jateng Periksa 150 Lokasi

"Agar usaha mikro menengah ke bawah ini tidak gulung tikar, terlebih saat ini masih hidup dengan pandemi Covid-19," tambahnya.

Sebagai informasi, pemerintah memutuskan mencabut HET minyak goreng kemasan, sehingga harganya disesuaikan dengan kondisi keekonomian.

Lalu, memberikan subsidi minyak goreng curah di harga Rp14.000/liter.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement