Share

Kemendag Buka Suara soal Tersangka Mafia Minyak Goreng

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Senin 21 Maret 2022 17:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 21 320 2565352 kemendag-buka-suara-soal-tersangka-mafia-minyak-goreng-pZrCMI5sfE.jpg Kemendag buka suara soal tersangka mafia minyak goreng. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) buka suara soal tersangka mafia minyak goreng.

Sayangnya, hal itu tak sesuai janji Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi saat Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR beberapa waktu lalu.

Diwakilkan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan Kemendag menyerahkan penanganan mafia minyak goreng kepada kepolisian.

Namun, terkait siapa oknumnya, Oke enggan mengungkapkan itu bukan kewenangannya.

"Kemungkinan lebih besar (banyak nama tersangka) dari yang disampaikan oleh pak Menteri (Muhammad Lutfi). Saya nggak tahu, pokoknya kami sudah sampaikan semua," ujarnya, Senin (21/3/2022).

 BACA JUGA:Hari Ini! Mendag Bakal Umumkan Tersangka Mafia Minyak Goreng, Siapa?

Dia mengatakan jika penanganan ini dirangkus oleh Kementerian Perdagangan, maka akan membutuhkan waktu lama.

"Ada nanti temuannya, kalau saya sebutkan nanti tambah lama," jelasnya.

Menurut Oke, nama-nama tersangka sudah disimpan oleh pihak berwajib berdasarkan data yang disampaikan oleh Kemendag.

Sebelumnya, Mendag Muhammad Lutfi mengatakan bahwa sudah ada calon tersangka penimbun minyak goreng yang akan ditetapkan.

 BACA JUGA:Ada Mafia Minyak Goreng, Menko Airlangga: Tangkap Saja!

Lutfi mengatakan penetapan calon tersangka tersebut akan diumumkan pada pada hari ini oleh aparat kepolisian.

Apalagi Lutfi menyebut, oknum yang akan diumumkan diduga telah melakukan penimbunan minyak goreng dalam jumlah yang sangat besar.

“Saya sudah kasih semua data. Ini masih praduga tak bersalah, tetapi kita sudah temukan dan ini jumlahnya ribuan ton. Kita sudah laporkan kepada Polri lewat Kabareskrim, sudah mulai ditangkap dan periksa,” jelas Mendag Lutfi saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR, Kamis (17/3/2022).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini