Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PUPR Rampungkan 2 Jembatan Gantung, Masyarakat Tak Lagi Menantang Maut saat Menyeberang

Michelle Natalia , Jurnalis-Senin, 21 Maret 2022 |13:58 WIB
PUPR Rampungkan 2 Jembatan Gantung, Masyarakat Tak Lagi Menantang Maut saat Menyeberang
PUPR rampungkan 2 jembatan gantung. (Foto: PUPR)
A
A
A

Dia mengatakan bahwa pembangunan Jembatan Gantung Pagergunung bertipe Simetris ini dimulai sejak Juni 2021 hingga Desember 2021 dengan anggaran sebesar Rp2,5 miliar.

"Jembatan Pagergunung ini memiiki bentang 60 meter dengan lebar 1,8 meter sehingga dari spesifikasi tersebut, jembatan ini khusus diperuntukan bagi pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Namun, berdasarkan papan petunjuk safety yang dipasang di kedua sisi jembatan, dalam keadaan darurat kendaraan roda empat seperti Ambulans boleh melintas," ujarnya.

 BACA JUGA:Jembatan di Purwakarta Ambuk, Seorang Warga Terluka dan Desa Terisolasi

Jembatan kedua yang secara simbolis ikut diresmikan adalah Jembatan Gantung Banyusidi, di Kabupaten Magelang.

"Jembatan Gantung Rigid ini memiliki panjang bentang 42 meter dengan lebar 1,8 meter. Fungsinya menghubungkan dua desa, yaitu Banyusidi dan Surodadi. Jembatan Gantung ini dibangun karena jalur penghubung kedua desa berupa jalan setapak terjal maupun turunan tajam menuju sungai. Kondisi serupa juga dijumpai pada lokasi pembangunan Jembatan Pagergunung," tuturnya.

Anggota Komisi V DPR RI Sujadi mengatakan, jembatan gantung ini merupakan bentuk kasih sayang pemerintah pusat kepada masyrakat, khususnya di Kabupaten Temanggung.

Sebelumnya pada tahun 2017, Presiden Joko Widodo dan Menteri PUPR Basuki telah meresmikan Jembatan Gantung Galeh sepanjang 90 meter yang menghubungkan desa Gandurejo, Kecataman Bulu ke Desa kauman di Kecamatan Parakan.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement