Share

Penyaluran KPR FLPP Capai Rp24,19 Triliun, Berapa Rumah Murah Terbangun?

Michelle Natalia, Sindonews · Rabu 23 Maret 2022 13:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 23 470 2566435 penyaluran-kpr-flpp-capai-rp24-19-triliun-berapa-rumah-murah-terbangun-tZ1epMSuTP.jpg KPR FLPP Capai Rp24 Triliun. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) mendukung Program Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) atau KPR Subsidi, Program Pembiayaan Homestay, dan Program Peningkatan Kualitas Rumah di Daerah Kumuh.

"Terkait dukungan SMF pada Program KPR FLPP, sepanjang tahun 2021 SMF telah berhasil mengalirkan dana pendamping untuk mendukung penyaluran KPR FLPP bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Dana tersebut merupakan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) yang diberikan pemerintah kepada SMF sebesar Rp2,25 triliun pada tahun 2021," ujar Direktur SMF Heliantopo dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Rabu (23/3/2022).

Baca Juga: Sri Mulyani Berbincang dengan Penerima KPR Rumah Murah, DP Rp3 Juta Bayar Kredit Rp1 Juta/Bulan

Seluruh dana PMN sebesar Rp2,25 triliun di tahun 2021 tersebut di-blended dengan dana dari penerbitan surat utang, kemudian total dananya seluruhnya digunakan untuk mendukung program KPR FLPP dalam memenuhi target subsidi pembiayaan KPR FLPP bagi 157.500 unit rumah pada tahun 2021 bagi MBR.

Program ini merupakan sinergi SMF dengan Badan Layanan Umum Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (BLU PPDPP) Kementrian PUPR. Adapun SMF menyediakan 25% dari porsi penyaluran dana KPR FLPP sedangkan 75% porsi lainya disediakan oleh BLU PPDPP.

Baca Juga: KPR Sepanjang 2021 Tersalurkan Rp465 Triliun, Berapa Rumah Terbangun?

"Pada tahun 2021, penyaluran dana KPR FLPP mencapai Rp24,19 triliun untuk 178.828 unit rumah, di mana porsi PPDPP (75%) sebesar Rp19,58 triliun, yang terdiri dari dana APBN sebesar Rp16,62 trilun dan pengembalian pokok sebesar Rp2,96 triliun, dan porsi SMF (25%) sebesar Rp4,62 triliun," ungkapnya.

“Dukungan dan kolaborasi SMF pada Program KPR FLPP merupakan wujud peran Perseroan sebagai fiscal tools Kementerian Keuangan dalam meringankan beban fiskal Pemerintah dengan membiayai porsi 25% pendanaan KPR FLPP, sehingga Pemerintah hanya menyediakan 75% dari total pendanaan FLPP dari semula yang sebesar 90%,” tambah Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Dalam menjalankan program ini Perseroan bersinergi dengan BLU PPDPP dalam mengalirkan dana pendampingan porsi perbankan untuk Pembiayaan KPR FLPP yang ditujukan kepada Bank Penyalur. Adapun per akhir 2021, pengelolaan dana pemerintah untuk KPR FLPP yang sebelumnya dilakukan melalui BLU PPDPP dialihkan dan dikelola oleh BP Tapera.

"Terkait Program Pembiayaan Homestay, sepanjang 2021 SMF telah bersinergi dengan Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif dalam merealisasikan Program Pembiayaan Homestay di 4 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) yang terletak di Desa Taman Sari (Banyuwangi, Jawa Timur), Desa Sukajaya (Sumedang, Jawa Barat), Desa Sembalun (Lombok Timur, NTB) dan Desa Bangsring (Banyuwangi, Jawa Timur). Tehitung sejak tahun 2019 hingga tahun 2021, SMF telah merealisasikan pembiayaan homestay di 11 destinasi wisata dengan total akumulasi aliran dana mencapai Rp6,93 miliar," jelas Direktur SMF Trisnadi Yulrisman.

Terkait realisasi Program Peningkatan Kualitas Rumah di Daerah Kumuh, Perseroan bersinergi dengan Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) melalui Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). Pada tahun 2021 ini sampai dengan Triwulan III, Perseroan dan Dirjen Cipta Karya telah melakukan kolaborasi merenovasi 85 rumah kumuh dengan serapan anggaran mencapai Rp6,97 miliar di 4 kota yang terdiri dari Lubuk Linggau Sumatera Selatan, Tanjung Pinang Kepulauan Riau, Manado Sulawesi Utara, dan Banjarmasin Kalimantan Selatan.

"Rencananya Perseroan juga akan memberikan bantuan ke Belu, Nusa Tenggara Timur dan kawasan kumuh Semanggi Surakarta. Adapun sejak tahun 2018 hingga saat ini Perseroan telah merealisasikan program pembangunan rumah tidak layak huni sebanyak 223 rumah di 11 kota dengan akumulasi serapan anggaran mencapai Rp17,24 miliar," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini