Share

Shanghai Lockdown, Warga Panic Buying Belanja di Supermarket

Tim Okezone, Okezone · Selasa 29 Maret 2022 15:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 29 320 2569743 shanghai-lockdown-warga-panic-buying-belanja-di-supermarket-3POzcKV0eS.jpg Warga panic buying saat Shanghai Lockdown (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - China memberlakukan lockdown di Kota Shanghai. Sesaat setelah pengumuman lockdown, warga panik menyerbu toko untuk membeli kebutuhan pokok seperti makanan.

Sebuah video viral di media sosial menunjukan warga China saling berdesakan saat membeli stok makanan selama lockdown.

Pemerintah China akan menerapkan lockdown Shanghai dalam dua tahap selama sembilan hari. Lockdown dilakukan dalam dua tahap, dengan sisi timur kota di bawah pembatasan dari Senin (28/3) hingga 1 April mendatang, dan sisi barat dari 1 April hingga 5 April.

Lockdown terpaksa dilakukan karena Shanghai menjadi pusat baru covid-19 di China. Penyebaran kasus covid-19 mencetak rekor 3.500 kasus pada hari Minggu.

"Pada akhirnya pejabat pemerintah daerah tidak punya pilihan selain melakukan pendekatan berat ini untuk menyelesaikan sesuatu dalam keadaan seperti ini," kata Seorang rekan senior untuk kesehatan global di Dewan Hubungan Luar Negeri di New York Yanzhong Huang.

Menanggapi aksi panic buying, Pemerintah China meyakinkan penduduk bahwa pejabat tingkat lokal akan memastikan ada cukup persediaan untuk bertahan selama periode lockdown.

Namun masyarakat tetap panik dan memadati pasar yang memperpanjang jam buka mereka untuk mengatasi permintaan.

Salah satu pengguna media sosial di platform populer mirip Twitter, Weibo, mengatakan mencoba membeli produk seperti berjuang dan menyamakan pengalaman itu dengan gejolak tahun 1960-an ketika makanan langka.

Ketika ditanya tentang kekhawatiran kekurangan makanan selama lockdown, Gu Jun, direktur Komisi Perdagangan Kota Shanghai mengatakan bahwa kota itu "memperkuat organisasi sumber pasokan."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini