Share

Solar Langka, Sopir Truk Antre hingga 4 Hari: Pak Jokowi Tolong

Demon Fajri, Jurnalis · Rabu 30 Maret 2022 10:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 30 320 2570149 solar-langka-sopir-truk-antre-hingga-4-hari-pak-jokowi-tolong-jTx5oxGhcf.jpg Solar langka, sopir truk di Bengkulu antre hingga 4 hari. (Foto: Okezone)

BENGKULU - Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar, terjadi disejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Provinsi Bengkulu.

Salah satunya, di SPBU Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah.

Di SPBU ini sopir truk harus mengantre berhari-hari untuk mendapatkan BBM jenis Solar. Bahkan, mereka rela menunggu hingga tiga hingga empat hari untuk mengisi BBM kendaraan mereka tersebut.

 BACA JUGA:Pertamina Akui Nombok Jual Solar Subsidi Rp7.800 per Liter

Akibatnya, antrean panjang di SPBU tak terelakkan di daerah ini.

Kondisi ini dirasakan salah satu sopir truk pengangkut Batu Bara, bernama Bambang. Dia mengaku, jika sudah mengantre selama tiga hari di SPBU Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah.

Dia mengatakan Di SPBU itu, melayani pembelian BBM jenis Solar pada siang hari. Lain halnya dengan SPBU di Kota Bengkulu, yang hanya melayani atau buka pada malam hari. Khusus, untuk pembelian Solar.

"Kami mengantre sudah tiga hari ternyata minyak masuk sore, di Kota Bengkulu BBM jenis Solar, susah untuk didapatkan," kata Bambang, Rabu (30/3/2022).

Tak hanya, Bambang. Kondisi ini juga dirasakan sopir truk lainnya. Erri, namanya.

Dia mengaku, kesulitan mendapatkan BBM jenis Solar sejak sebulan terakhir.

Meskipun BBM jenis Solar masuk pada Siang atau Sore hari, Erri tetap harus mengantre dari pagi hari di SPBU.

"Sekarang BBM jenis Solar langka. Saya sudah empat hari mengantre disini (SPBU Pondok Kelapa). Saya minta tolong kepada bapak Jokowi, kami sopir ini susah kalau begini, tolong lancarkan BBM ini," harap Erri.

 BACA JUGA:Sopir Truk Antre Berjam-jam demi Solar, Ini Kata Pertamina

Ditemui terpisah, Pihak SPBU Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, Suparman mengakui, jika antrean terjadi akibat pasokan yang terlambat datang.

Dalam sehari, kata Suparman, dipasok 16 ton dari Pertamina.

Beberapa hari lalu sempat pasokan berkurang menjadi 8 ton. Hal ini membuat antrean panjang di SPBU. Namun, saat ini pasokan yang diterima SPBU Pondok Kelapa, kembali menjadi 16 ton sehari.

Suparman menyebut biasa melayani truk-truk yang melintas di jalan lintas barat (Jalinbar) Kabupaten Bengkulu Tengah - Sumatera Barat, mulai dari truk ekpsedisi, truk pengangkut batubara dan truk kelapa sawit.

"Tidak langka sebenarnya, kalau sekarang ini pasokannya terlambat saja tapi mereka sudah mengantre. Sempat masuk cuma 8 ton tapi sekarang 16 ton," jelasnya.

Diketahui, Dinas ESDM Provinsi Bengkulu

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) Provinsi Bengkulu, Mulyani mengakui, memang sebelumnya pasokan dikurangi, karena kondisi keuangan negara.

Mulyani mengatakan, Biro Perekonomian Sekretariat DaerahProvinsi Bengkulu telah mengirimkan surat usulan penambahan kuota Bahan Bakar Minyak jenis Solar ke Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi dari kuota kurang lebih 111.000 KL menjadi kurang lebih 143.000 KL pada Tahun 2022.

Pemerintah Provinsi Bengkulu akan tetap berkoordinasi ke Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi terhadap realisasi usulan penambahan kuota solar bersubsidi untuk Provinsi Bengkulu, tahun 2022.

"Kita mohon kuota untuk Bengkulu ditambah dari yang ada sekarang 111 ton menjadi 143 ton untuk satu tahun, kita penambahan sekitar 29 ton, surat dari pak Gubernur sudah mereka terima," kata Mulyani.

Berdasarkan SK BPH Migas Nomor 102/P3.JBT/BPHMigas/Kom/2021, Tentang Kuota BBM Subsidi, data kuota BBM tahun 2022, subsidi di Provinsi Bengkulu, untuk kuota seluruh Provinsi Bengkulu sebesar 113.112 KL.

Untuk kebutuhan retail (SPBU), yakni, 111.970 KL, sedangkan untuk kebutuhan industri sebanyak 1.142 Kilo Liter. Lalu, untuk realisasi BBM tahun 202 di Provinsi Bengkulu, sebanyak 143.086 KL.

Sehingga masih terjadi kekurangan kuota sebanyak 29.974 KL. Harga BBM Solar subsidi Rp5.150, sedangkan Harga BBM Non Subsidi Pertamax Rp9.400,- dan Pertalite Rp.8.000,

Kemudian, untuk pengisian Solar Subsidi bagi kendaraan lain, pengisian dilakukan di SPBU Km 6,5 Kota Bengkulu, SPBU Km 8, SPBU Bumi Ayu, SPBU Dusun Kandang, SPBU Pagar Dewa, SPBU Tebeng, SPBU Rawa Makmur Kota Bengkulu.

Sementara, jatah pengisian Solar Subsidi bagi Kendaraan bus, truk, truck CPO, kendaraan roda 6 maksimal 150 liter per hari di dalam Provinsi Bengkulu.

Dalam hal pengawasan akan dilakukan oleh pihak Lantas dan Sabara Polda Bengkulu, serta Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini