Share

Pertamina Akui Nombok Jual Solar Subsidi Rp7.800 per Liter

Athika Rahma, MNC Portal · Selasa 29 Maret 2022 18:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 29 320 2569889 pertamina-akui-nombok-jual-solar-subsidi-rp7-800-per-liter-l10J3wPlmb.jpg Pertamina nombok jual Solar. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati mengakui harga minyak dunia yang terus naik menekan kinerja keuangan perusahaan, bahkan berdampak ke harga Solar.

Di mana untuk menyediakan solar subsidi seharga Rp5.150 per liter kepada masyarakat, Pertamina harus 'nombok' Rp7.800 karena harga keekonomiannya sudah mencapai Rp12.950 per liter.

"Sekarang ini tiap orang memberi per liter solar subsidi, negara mensubsidi Rp7.800. Jadi nilai subsidinya lebih mahal dibanding harga jualnya," ujar Nicke dalam RDP dengan Komisi VII, Selasa (29/3/2022).

 BACA JUGA:Penyaluran Solar dan Pertalite Diprediksi Jebol 15% Tahun Ini

Lebih lanjut, penyaluran subsidi solar ditetapkan sebesar Rp500 per liter, padahal saat ini selisihnya sudah Rp7.800 per liter.

"Sisa Rp7.300 per liter dalam bentuk kompensasi yang dari sisi penetapan angkanya nanti penggantiannya berbeda, ini butuh waktu, sehingga ini menggerus cash flow Pertamina," ungkapnya.

Nicke mengusulkan, mekanisme subsidi solar saat ini ditinjau ulang agar tidak memberatkan beban APBN.

Adapun, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Tutuka Ariadji mengatakan, kuota solar untuk tahun ini disediakan 15,1 juta kilo liter (KL), turun 4,43% dari tahun lalu.

 BACA JUGA:Solar Langka, Pengemudi Truk Menjerit Biaya Operasional Bahan Bakar Meroket 30%

Sementara, realisasi penyaluran solar sudah mencapai 2,49 juta KL atau 10% di atas kuota secara year to date.

"Akhir tahun diestimasikan akan overquota 14% (untuk solar) atau 16,002 juta apabila pengendalian tidak berhasil," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini