JAKARTA - Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar langka di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Salah satunya, di SPBU Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah.
Sopir truk mengaku kesulitan karena langkanya Solar. Mereka pun meminta Presiden Jokowi turun tangan agar Solar tak langka lagi. Berikut faktanya yang dirangkum Okezone, Senin (4/4/2022).
1. Antre Berhari-hari
Di SPBU Bengkulu, sopir truk harus mengantre berhari-hari untuk mendapatkan BBM jenis Solar. Bahkan, mereka rela menunggu hingga tiga hingga empat hari untuk mengisi BBM kendaraan mereka tersebut.
Akibatnya, antrean panjang di SPBU tak terelakkan di daerah ini.
"Kami mengantre sudah tiga hari ternyata minyak masuk sore, di Kota Bengkulu BBM jenis Solar, susah untuk didapatkan," kata Salah Satu Sopir Truk, Bambang, Rabu (30/3/2022).
2. Minta Tolong Presiden
Tak hanya, Bambang. Kondisi ini juga dirasakan sopir truk lainnya. Erri, namanya. Dia mengaku, kesulitan mendapatkan BBM jenis Solar sejak sebulan terakhir.
Meskipun BBM jenis Solar masuk pada Siang atau Sore hari, Erri tetap harus mengantre dari pagi hari di SPBU.
"Sekarang BBM jenis Solar langka. Saya sudah empat hari mengantre disini (SPBU Pondok Kelapa). Saya minta tolong kepada bapak Jokowi, kami sopir ini susah kalau begini, tolong lancarkan BBM ini," harap Erri.
3. Pasokan Terhambat
Pihak SPBU Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, Suparman mengakui, jika antrean terjadi akibat pasokan yang terlambat datang.
Dalam sehari, kata Suparman, dipasok 16 ton dari Pertamina.
Beberapa hari lalu sempat pasokan berkurang menjadi 8 ton. Hal ini membuat antrean panjang di SPBU. Namun, saat ini pasokan yang diterima SPBU Pondok Kelapa, kembali menjadi 16 ton sehari.
4. Tambah Kuota
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) Provinsi Bengkulu, Mulyani mengakui, memang sebelumnya pasokan dikurangi, karena kondisi keuangan negara.
Mulyani mengatakan, Biro Perekonomian Sekretariat DaerahProvinsi Bengkulu telah mengirimkan surat usulan penambahan kuota Bahan Bakar Minyak jenis Solar ke Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi dari kuota kurang lebih 111.000 KL menjadi kurang lebih 143.000 KL pada Tahun 2022.
5. Kekurangan Pasokan Solar
Berdasarkan SK BPH Migas Nomor 102/P3.JBT/BPHMigas/Kom/2021, Tentang Kuota BBM Subsidi, data kuota BBM tahun 2022, subsidi di Provinsi Bengkulu, untuk kuota seluruh Provinsi Bengkulu sebesar 113.112 KL.
Untuk kebutuhan retail (SPBU), yakni, 111.970 KL, sedangkan untuk kebutuhan industri sebanyak 1.142 Kilo Liter. Lalu, untuk realisasi BBM tahun 202 di Provinsi Bengkulu, sebanyak 143.086 KL. Sehingga masih terjadi kekurangan kuota sebanyak 29.974 KL. Harga BBM Solar subsidi Rp5.150.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.