Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

4 Fakta Harga Solar dan Pertalite Dijaga Tak Naik Selama-lamanya

Feby Novalius , Jurnalis-Senin, 20 April 2026 |07:03 WIB
4 Fakta Harga Solar dan Pertalite Dijaga Tak Naik Selama-lamanya
Pemerintah memastikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi tidak akan naik hingga akhir tahun 2026. (Foto: Okezone.com/Pertamina)
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah memastikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi tidak akan naik hingga akhir tahun 2026 meskipun terjadi tekanan pada pasokan energi dan kenaikan harga minyak mentah dunia. Pemerintah juga menyatakan tengah mengupayakan agar harga BBM seperti Pertalite dan Solar  tetap stabil dalam jangka panjang.

Berikut fakta-fakta menarik terkait harga BBM yang diupayakan pemerintah tidak naik selama-lamanya, Senin (20/4/2026):

1. Kata Bahlil

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM subsidi tidak naik hingga akhir tahun dan ditargetkan tidak akan naik selama-lamanya.

Hal tersebut dikatakan Bahlil usai melaporkan hasil pertemuan dengan delegasi Rusia kepada Presiden Prabowo, menindaklanjuti kunjungan kerja yang dilakukan sebelumnya. Hasil positif pertemuan tersebut menambah cadangan BBM RI hingga mampu menjaga harga BBM subsidi.

"Sekali lagi saya katakan bahwa kami sudah bersepakat atas arahan Bapak Presiden bahwa harga BBM untuk subsidi tidak akan dinaikkan sampai dengan akhir tahun, insyaallah sampai selama-lamanya," ujarnya.

2. Kekuatan APBN

Bahlil menjelaskan kekuatan fiskal saat ini masih mampu menopang kenaikan harga minyak dunia, meskipun harga minyak dunia sudah melewati asumsi APBN yakni USD 70 per barel.

"Harga rata-rata ICP Januari sampai dengan sekarang itu tidak lebih dari USD 77. Jadi kita itu baru selisih USD 7, jadi jangan sampai ada anggapan bahwa uang kita dapat dari mana. Kita ini baru naik 7 dolar sampai dengan sekarang," kata Bahlil.

3. Dapat Pasokan dari Rusia

Ia menambahkan, kesepakatan pembelian BBM dari Rusia ini akan memperkuat cadangan energi nasional. Sebab, impor minyak mentah Indonesia saat ini punya dua sumber besar yakni Amerika Serikat melalui kontrak resiprokal dan Rusia yang belum lama disepakati.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement