Share

Diduga Jadi 'Biang Kerok' Kelangkaan Minyak Goreng, 9 Eksportir CPO Dilaporkan ke KPPU

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Senin 04 April 2022 16:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 04 320 2573040 diduga-jadi-biang-kerok-kelangkaan-minyak-goreng-9-eksportir-cpo-dilaporkan-ke-kppu-3q0PmNKSJ3.jpg Ilustrasi minyak goreng. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menyikapi persoalan minyak goreng yang tak kunjung usai, masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) melaporkan pihak-pihak yang diduga berperan dalam kelangkaan dan mahalnya harga minyak goreng.

MAKI mengendus ada penyelewengan ekspor yang dilakukan oleh sembilan perusahaan yang diduga mengirimkan CPO tanpa didistribusikan untuk kebutuhan bahan baku industri dalam negeri.

Adapun MAKI mengidentifikasi salah satu pembeli CPO itu berasal dari perusahaan yang berlokasi di Singapura, VODF PTE.LTD dengan nilai transaksi mencapai Rp1,1 triliun dari sembilan perusahaan pemasok tersebut.

Artinya, terdapat pungutan PPN sebesar Rp110 miliar yang tidak ditagih dari transaksi tersebut.

 BACA JUGA:BLT Minyak Goreng Rp300 Ribu Cair dengan Anggaran Rp6,9 Triliun, Uangnya dari Mana?

Sementara sembilan perusahaan yang diduga tidak membayar PPN 10 persen saat itu di antaranya PT. P A; PT. E P; PT. P I; PT. B A; PT. I T; PT. N L; PT. T J; PT. M S; dan PT. S P.

“Sembilan perusahaan besar itu ekspor CPO ke luar negeri secara besar-besaran dengan modus dugaan tidak membayar PPN sebesar 10 persen dari fasilitas Pusat Logistik Berikat di Pulau Sumatera,” kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman lewat keterangan tertulisnya, dikutip Senin (4/4/2022).

Dia menyebut, dugaan penyelewengan diproyeksikan merugikan negara mencapai sekitar Rp2 triliun sepanjang 2019 sampai 2021.

"Penyelewengan ekspor itu mengakibatkan bahan baku yang dikirim ke luar negeri dari kawasan PLB Industri Besar di Sumatera tidak melalui pungutan Pajak Pertambahan Nilai atau PPN sebesar 10 persen saat itu," jelasnya.

 BACA JUGA:BLT Minyak Goreng Rp300 Ribu Cair, Ini Kriteria Penerimanya!

Sebagai informasi, dugaan MAKI ini sudah dilaporkan ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) lewat surat elektronik (surel), dan sudah ditanggapi.

Dalam tanggapan surel tersebut, KPPU meminta MAKI untuk melengkapi laporan.

MAKI menyampaikan bahwa pihaknya tengah menyiapkan laporan tersebut dan akan menyerahkan ke KPPU pada pekan ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini