JAKARTA - PT Teladan Prima Agro Tbk bakal melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Rencana IPO sudah mendapat restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tanggal 31 Maret 2022.
Perseroan akan melakukan penawaran umum pada tanggal 4 hingga April 2022 dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia Pada tanggal 12 April 2022. Pada IPO tersebut, perseroan melepas sejumlah saham sebanyak 517.861.200 lembar dengan harga Rp580 per saham. Sehingga emiten pertanian itu 'hanya' akan meraup dana segar sebesar Rp300,35 miliar, jauh dari rencana semula dengan target nilai IPO sebesar Rp1,1 hingga Rp1,3 triliun.
Sebab dalam prospektus awal perseroan menuliskan akan melepas sebanyak 2.193.294.529 lembar saham dengan nilai nominal Rp100 per lembar saham. Jumlah saham yang ditawarkan itu, setara dengan 15% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Dalam prospketus itu juga tertera kisaran harga penawaran mulai Rp520 sampai dengan Rp600 setiap saham. Sehingga perseroan akan mendulang dana segar sebesar Rp1,14 triliun hingga Rp1,315 triliun.
Perseroan menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp200 miliar hingga Rp300 miliar yang akan digunakan untuk non-akuisisi. Nantinya, belanja modal yang diperoleh perseroan selama ini bersumber dari dana internal. Namun jika dibutuhkan, perseroan saat ini memiliki fasilitas yang cukup besar dari beberapa bank yang ada.
Di samping itu, perseroan pada tahun ini dan tahun depan memiliki 3 agenda bisnis penting secara berkelanjutan, di antaranya pengembangan bio gass plant, pembangunan dan pengembangan pabrik PKO serta menambah lahan melalui unorganic akuisisi. Asal tahu saja, performance kinerja keuangan perseroan juga masih positif. Di mana secara pendapatan juga akan meningkat, bersamaan dengan jumlah produksi yang dihasilkan. Sebagai informasi, untuk buku 9 bulan 2021, perseroan membukukan EBITDA margin sebesar 40%.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)