JAKARTA - BLT minyak goreng disebut lebih tepat sasaran dibanding memberi subsidi kepada barangnya, karena langsung ditujukan kepada yang paling membutuhkan.
Hal itu disampaikan Kepala Penelitian Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Felippa Ann Amanta saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Selasa (5/4/2022).
Kendati demikian, kata Felippa, pemberian BLT masih dihadapi masalah soal akurasi penerima.
BACA JUGA:Ada BLT Minyak Goreng, LaNyalla: Oligarki Sawit Menang Hattrick
Sehingga, masih terus memerlukan upaya untuk verifikasi dan validasi data penerima BLT.
"Data penerima BLT harus dipastikan akurat dan sesuai dengan kriteria penerima. Selain itu, pengadaan barang untuk bantuan sosial perlu terus dikawal dan dipantau transparansinya," ujarnya.
Lanjut dia, pemerintah harus terus melakukan proses verifikasi atas data para penerima BLT untuk memastikan bantuan ini tepat sasaran dan berdampak kepada yang berhak menerima.
Selain itu, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah perlu berkoordinasi untuk memastikan validitas data penerima bantuan dan perlunya pemeriksaan secara langsung di lapangan.
Felippa juga menerangkan bahwa BLT merupakan solusi temporer.
Maka dalam jangka panjang, pemerintah perlu memastikan bahwa harga minyak goreng akan turun dan bisa dijangkau oleh semua kalangan masyarakat.
BACA JUGA:Terungkap! Masih Ada Perusahaan Belum Patuh Sediakan Minyak Goreng Curah Subsidi
Sambungnya, permintaan kelapa sawit akan semakin bertambah, baik karena peningkatan kebutuhan minyak goreng, permintaan biofuel, maupun karena perang Rusia-Ukraina.
Sayangnya, produktivitas kelapa sawit Indonesia juga belum maksimal.
Menurutnya, perlu ada upaya peningkatan produktivitas kelapa sawit, melalui riset dan pengembangan, penggunaan input yang berkualitas dan berkelanjutan, dan praktik pertanian dan pengelolaan sumber daya yang baik.
"Pemerintah juga perlu memastikan semua petani kelapa sawit dapat mengakses input pertanian berkualitas," tegasnya.
Sebagai informasi, pemerintah memutuskan untuk memberikan bantuan BLT minyak goreng sebesar Rp300.000 bagi masyarakat yang dinilai membutuhkan.
BLT digulirkan usai gonjang-ganjing minyak goreng beberapa bulan terakhir yang banyak dikeluhkan konsumen maupun pedagang.
Adapun BLT akan diberikan untuk tiga bulan yakni April, Mei dan Juni 2022.
Besarannya Rp100.000 per bulan namun akan diberikan sekaligus pada bulan ini.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.