Share

Tak Efisien, Erick Thohir Bakal Bubarkan Perusahaan Patungan KRAS hingga Antam

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 11 April 2022 14:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 11 320 2576972 tak-efisien-erick-thohir-bakal-bubarkan-perusahaan-patungan-kras-hingga-antam-soAMnx31Hq.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone/BUMN)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berencena membubarkan atau melikuidasi PT Meratus Jaya Iron & Steel (MJIS) akan segera dilakukan. Langkah itu lantaran perusahaan dinilai tidak lagi efisien.

Hal ini diungkapkan Direktur Utama PT Krakatau Steel Tbk, Silmy Karim saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI. Erick pun telah merestui pembubaran ini.

Silmy menyebut sebelum likuidasi dilakukan, pihaknya terlebih dahulu mencari mitra atau patner bisnis. Silmy tidak menjelaskan kaitan antara likuidasi MJIS dan upaya manajemen mencari mitra bisnis yang baru.

"Saat ini MJIS sudah mendapatkan persetujuan untuk dilikuidasi, tetapi sebelum likuidasi ini, dieksekusi, kami sedang mencari partner," kata Silmy saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, Senin (11/4/2022).

MJIS merupakan perusahaan patungan antara Krakatau Steel dengan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), Meratus Jaya Iron &. Perusahaan ini didirikan sejak 9 Juni 2008. Adapun, kegiatan usaha perusahaan patungan ini dalam industri dan produk besi baja, perdagangan dan jasa berkaitan dengan besi baja.

MJIS berlokasi di Kalimantan Selatan dengan memanfaatkan sumber cadangan bijih besi lokal. BUMN baja tersebut pernah menyertakan modal sebesar 66% di MIJS senilai Rp343 miliar.

Pada 2012 lalu, perusahaan pernah mengoperasikan satu unit pabrik besi (rotary kiln) dari rencana dua unit, dengan total kapasitas mencapai 315.000 ton direct reduced iron (DRI) per tahun.

Unit rotary kiln menghasilkan besi spon yang diproses dari bijih besi lokal, sedangkan pembangkit listrik telah memproduksi listrik dengan menggunakan bahan bakar gas dari unit pabrik rotary kiln.

Ketika mencapai kapasitas penuh, listrik yang diproduksi sebesar 18 MW. Bekerja sama dengan PLN, kelebihan listrik ini akan didistribusikan ke masyarakat dan industri kecil di sekitarnya.

Meski begitu, sempat mengalami kendala dalam pengoperasiaannya, berupa keterbatasan infrastruktur dan keterlambatan pengiriman barang, instalasi dan assembling peralatan, namun karena ada komitmen dari dari kontraktor PT Krakatau Engineering dan pemegang saham, ANTM dan KRAS menyebabkan kendala tersebut dapat diatasi.

"Tapi ini memang tidak bisa digunakan karena sudah tidak efisien dan juga lokasinya jauh dari produksi lanjutannya," ungkap Silmy

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini