Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Samindo Resources (MYOH) Dapat Tambahan Kontrak 2 Juta Ton Batu Bara Tahun Ini

Agregasi Harian Neraca , Jurnalis-Selasa, 12 April 2022 |12:00 WIB
Samindo Resources (MYOH) Dapat Tambahan Kontrak 2 Juta Ton Batu Bara Tahun Ini
Samindo Resources (MYOH) dapat tambahan kontrak 2 juta ton batu bara. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - PT Samindo Resources Tbk (MYOH) mendapatkan tambahan kontrak sebesar 2 juta ton batu bara untuk tahun ini.

Hal itu menyusul adanya trend kenaikan harga komoditas batu bara di pasar memberikan sentiment positif terhadap kinerja perusahaan.

Di mana pada tahun lalu perseroan memproduksi 11,3 juta ton batu bara dari target 10,2 juta ton.

Adapun, untuk pengangkutan batu bara mencapai 27,8 juta ton.

 BACA JUGA:Laba Bersih Samindo Resources (MYOH) Naik Jadi USD26,95 Juta di 2021

“Tren kenaikan harga batu bara global dan harga batubara acuan mendorong perusahaan tambang batu bara menggenjot produksinya. Sebagai kontraktor, syukur kami mendapatkan tambahan 2 juta ton untuk tahun ini,” kata Direktur Pengembangan Bisnis Samindo Resources, Gilbert Markus Nisahpih di Jakarta, pekan lalu.

Lalu, MYOH juga meningkatkan volume pengupasan lapisan tanah (overburden removal) pada tahun ini menjadi 38 juta bank cubic meter (bcm) dari realisasi 2021 sebanyak 36 juta bcm.

Sehingga bisa mencapai target tersebut, serta Samindo mengalokasikan belanja modal 2022 sebesar USD2 juta atau sekitar Rp28 miliar, tidak jauh berbeda dengan proyeksi belanja modal pada tahun lalu.

Gilbert juga menyebut bahwa perusahaan akan tetap melanjutkan kebijakan efisiensi yang cukup signifikan menurunkan biaya pokok penjualan (cost of good sold/COGS), salah satunya adalah pengurangan biaya perawatan (maintenance).

“Penerapan efisiensi pada kegiatan operasi terbukti meningkatkan kinerja finansial perusahaan, yaitu laba bersih sepanjang 2021 mencapai USD26,92 juta atau naik 19,62% dari realisasi laba bersih 2020 yang tercatat USD22,50 juta,” jelasnya.

Pada tahun ini, Samindo memasang target laba bersih moderat, yaitu sama seperti proyeksi 2021 sebesar USD12 juta, sembari berharap pendapatan akan meningkat.

Untuk tada tahun lalu, perusahaan mencatatkan pendapatan USD120,16 juta atau turun 9,13% dari tahun sebelumnya yang mencapai USD132,24 juta.

 BACA JUGA:IATA Targetkan Produksi Batu Bara Capai 4,5 Juta Ton di 2022

Sebagai informasi, memanasnya konflik antara Rusia dan Ukraina secara perlahan mulai membangkitkan kembali harga batu bara di pasar global, setelah sempat melemah pada 25—29 Maret 2022.

Kini, akibat kondisi itu turut melambungkan HBA hingga menyentuh USD288,40 per ton pada April 2022, dan menjadi level tertinggi sejak 2010 lalu.

Karena sebelumnya, MYOH mengeluarkan dana Rp15 miliar untuk pinjaman kepada anak usaha. MYOH memberikan pinjaman sebesar Rp15 miliar dengan bunga pinjaman 6% per tahun kepada PT Transindo Murni Perkasa (TMP).

Sebagai informasi TMP merupakan anak usaha perseroan dengan kepemilikan lebih dari 99%.

Dilanjut pada transaksi afiliasi dilakukan dalam rangka untuk memenuhi likuiditas anak usaha perseroan dalam melakukan kegiatan operasional. Perseroan sendiri menyatakan tidak terdampak dengan pelarangan ekspor batu bara.

Hal ini lantaran MYOH bergerak pada bidang jasa pertambangan sehingga tidak terdampak secara langsung.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement