JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 80,68 poin atau 1,26 persen ke level 6.482,57 pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa (18/8/2026) siang.
IHSG dibuka pada level 6.448,83, setelah pada perdagangan sebelumnya berada di posisi 6.401,89. Sepanjang sesi I, indeks bergerak pada rentang 6.448,26 hingga 6.490,65, menunjukkan penguatan yang cukup solid meski sempat mengalami fluktuasi pada awal perdagangan.
Penguatan IHSG juga tercermin dari dominasi saham yang mengalami kenaikan. Tercatat sebanyak 413 saham menguat, sementara 235 saham melemah dan 315 saham lainnya stagnan. Dengan demikian, mayoritas saham yang diperdagangkan berada di zona hijau.
Dari sisi aktivitas transaksi, volume perdagangan sesi I tercatat mencapai 18,91 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp8,15 triliun. Frekuensi perdagangan mencapai 1,313 juta kali transaksi, sedangkan kapitalisasi pasar tercatat sekitar Rp11.392 triliun.
Secara sektoral, mayoritas sektor saham juga bergerak positif. Sektor energi menjadi penguat terbesar dengan kenaikan 2,68 persen. Selanjutnya sektor infrastruktur menguat 1,73 persen, barang baku naik 1,39 persen, industri tumbuh 0,91 persen, primer meningkat 1,06 persen, transportasi naik 1 persen, teknologi menguat 0,51 persen, non-primer naik 0,24 persen, dan kesehatan bertambah 0,15 persen.
Sementara itu, hanya dua sektor yang bergerak di zona merah, yakni sektor properti yang terkoreksi 0,62 persen dan sektor keuangan yang turun 0,14 persen.
Di jajaran saham dengan kenaikan terbesar, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) memimpin dengan lonjakan 24,88 persen ke level Rp2.510 per saham. Posisi berikutnya ditempati PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) yang naik 24,58 persen menjadi Rp1.495, serta PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) yang menguat 23,08 persen ke level Rp288.
Selanjutnya, PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) melonjak 22,91 persen menjadi Rp1.690 dan PT Griptha Putra Persada Tbk (GRPH) naik 21,88 persen ke level Rp78.