Share

Meski Melemah, Sri Mulyani Klaim Rupiah Lebih Kuat dari Ringgit hingga Rupee

Michelle Natalia, Jurnalis · Rabu 13 April 2022 10:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 13 320 2578172 meski-melemah-sri-mulyani-klaim-rupiah-lebih-kuat-dari-ringgit-hingga-rupee-beqftCZwhB.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa nilai tukar rupiah Indonesia tetap terjaga di tengah meningkatnya ketidakpastian di pasar keuangan global.

Dia melaporkan bahwa nilai tukar rupiah pada kuartal I 2022 mengalami sedikit depresiasi sebesar 0,33% secara rata-rata dibandingkan posisi akhir tahun 2021.

"Depresiasi rupiah tersebut adalah lebih rendah dibandingkan mata-mata uang sejumlah negara berkembang lainnya. Jadi kalau Indonesia depresiasi 0,33%, Ringgit Malaysia mengalami depresiasi 1,15% year-to-date(ytd), Rupee India mengalami depresiasi 1,73% ytd, Baht Thailand mengalami depresiasi hingga 3,15% ytd," ujar Sri dalam konferensi pers virtual Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Rabu (13/4/2022).

Selain itu, dia menyebut bahwa Inflasi di Indonesia hingga Maret 2022 tetap terkendali pada tingkat 2,64% year on year. Hal ini didukung oleh masih cukup terkendalinya sisi penawaran dalam merespon kenaikan permintaan.

"Dan juga tetap terkendalinya ekspektasi inflasi, stabilitas nilai tukar rupiah, serta berbagai respon kebijakan yang dilakukan pemerintah, terutama di dalam menjaga barang-barang yang diatur oleh pemerintah atau administered price," ungkap Sri.

Kendati demikian, sejumlah risiko rambatan yang berasal dari kondisi global akan berpotensi mempengaruhi dari sisi inflasi, cost of fund, dan kinerja perekonomian. Oleh karena itu, sambung Sri, KSSK tetap mewaspadai dan memantau stabilitas sistem keuangan untuk tetap menjaga stabilitas sistem keuangan Indonesia.

"KSSK akan terus memperkuat koordinasi dan pemantauan bersama termasuk di dalam merumuskan respon kebijakan yang terkoordinasi dan bersinergi di dalam menjaga pemulihan ekonomi nasional , dalam menghadapi gejolak dan dinamika kondisi global yang sangat tinggi," pungkas Sri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini