Share

Tak Lama Lagi LPG Bakal Diganti Kompor Listrik

Athika Rahma, MNC Portal · Rabu 13 April 2022 16:51 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 13 320 2578504 tak-lama-lagi-lpg-bakal-diganti-kompor-listrik-sAu06lko0t.jpg Rencana Substitusi LPG dengan Kompor Listrik. (Foto: Okezone.com/Pertamina)

JAKARTA - Pemerintah segera melakukan substitusi LPG dengan kompor induksi. Hal ini diungkap dalam rapat dengar pendapat Menteri ESDM Arifin Tasrif dengan Komisi VII DPR RI.

Arifin mengatakan, jangka menengah dan jangka panjang di subsektor LPG, percepatan pembangunan jargas, perubahan subsidi komoditas menjadi subsidi langsung ke pengguna dan melakukan substitusi LPG dengan DME.

Baca Juga: Harga Gas Elpiji Mahal, Kompor Listrik Jadi Pilihan?

"Lalu penyesuaian harga jual eceran untuk mengurangi tekanan APBN dan menjaga inflasi dan percepatan program Biogas," tuturnya, Rabu (13/4/2022).

Arifin juga memberikan sinyal harga BBM akan naik. Hal ini tertuang dalam strategi jangka pendek, menengah dan panjang pemerintah dalam merespons tingginya harga minyak global.

Baca Juga: Kompor Listrik Bikin Negara Hemat Rp670 Miliar

Dalam jangka menengah dan panjang, pemerintah akan melakukan pengamanan dan peningkatan cadangan operasional BBM dari 21 hari menjadi 30 hari serta manajemen stok jangka panjang.

"Lalu optimalisasi campuran bahan bakar nabati dalam solar, penyesuaian harga Pertalite, minyak Solar dan mempercepat bahan bakar pengganti antara lain KBLBB, BBG, bioethanol, BioCNG, dan lain-lain," ungkapnya.

Sementara dalam jangka pendek, pemerintah akan menjaga ketersediaan pasokan dan distribusi BBM khsusunya pada periode Ramadan dan Idul Fitri, lalu meningkatkan pengawasan dan penindakan penyalahgunaan BBM serta memaksimalkan fungsi digitalisasi SPBU.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Untuk beberapa jenis BBM seperti solar, Pertalite dan minyak tanah, pemerintah mengusulkan penambahan kuota yang sudah disetujui pula oleh Komisi VII DPR. Rinciannya, kuota solar bertambah 2,29 juta kilo liter (KL) menjadi 17,39 juta KL dan Pertalite bertambah 5,45 juta kl menjadi 28,50 juta KL dan minyak tanah bertambah 0,10 juta kl menjadi 0,58 juta KL.

"Lalu kami mengusulkan perubahan kuota jenis BBM tertentu yaitu JBT minyak solar, JBT minyak tanah, dan JBKP Pertalite serta penyesuaian harga BBM non subsidi sesuai keekonomian yang pasarnya untuk kalangan menengah ke atas," ungkap Arifin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini