Dia melanjutkan, harusnya pemerintah bisa menahan selisih harga keekonomian LPG 3 Kg melalui mekanisme subsidi silang hasil windfall (keuntungan dalam jumlah besar) penerimaan negara dari ekspor minerba dan perkebunan.
Menurutnya, berdasarkan perhitungan simulasi kenaikan harga minyak mentah, diproyeksi pemerintah tengah mengalami lonjakan pendapatan pajak dan PNBP sekitar Rp 100 triliun.
BACA JUGA:Harga Pertalite hingga LPG 3 Kg Akan Naik, Dampaknya Terasa ke Masyarakat Bawah
Lebih lanjut, jika defisit kembali bengkak karena subsidi energi maka efisiensi belanja pemerintah dan penundaan mega proyek seperti IKN dinilai wajib dilakukan. Sebagai bayangan, menurut Bappenas, pembangunan IKN butuh setidaknya Rp 468 triliun dan 53,3%-nya akan diambil dari APBN hingga 2024.
"Tidak ada jalan lain karena urgensi saat ini adalah stabilitas harga pangan dan energi bukan pemindahan gedung pemerintahan. Ini masalahnya pemerintah itu sadar atau tidak ya, bahwa jurang bahaya ekonomi di depan mata," ungkapnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.