Share

Presiden Macron Sebut Prancis Bakal Tinggalkan Migas dan Batu Bara

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Minggu 17 April 2022 16:48 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 17 320 2580429 presiden-macron-sebut-prancis-bakal-tinggalkan-migas-dan-batu-bara-Hwo41s6e13.JPG Presiden Macron sebut Prancis bakal tinggalkan Migas dan Batu Bara. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Presiden Prancis Emmanuel Macron berjanji akan menghentikan penggunaan sumber energi minyak bumi, gas alam, dan batu bara.

Pernyataan itu muncul dalam masa kampanye putaran kedua Pemilihan Presiden (Pilpres) Prancis 2022 di depan para pemilih muda.

Macron merupakan kandidat petahana yang bersaing melawan Marine Le Pen. Sementara kandidat Jean-Luc Melenchon gagal di putaran pertama.

 BACA JUGA:Dolar AS Menguat, Euro Terangkat Pilpres Prancis

"Misi perdana menteri selanjutnya adalah menjadikan Prancis negara besar pertama yang keluar dari (sumber energi) gas, minyak, dan batu bara. Itu mungkin terjadi, dan kami akan melakukannya," kata Macron, di Marseille, dikutip dari Reuters, Minggu (17/4/2022).

Macron mengatakan akan fokus terhadap 'rencana program hijau' apabila kembali memperoleh posisinya kembali sebagai perdana menteri.

Dirinya menyatakan bahwa enam reaktor nuklir akan terwujud pada periode baru nanti, sembari mempersiapkan perizinan untuk delapan pembangkit nuklir lainnya.

Politikus berpandangan sentris ini juga berniat untuk meningkatkan sepuluh kali lipat kapasitas energi surya, dan lima puluh pembangkit angin di laut lepas. Lebih jauh, Macron menuturkan akan membantu sekitar 700.000 rumah untuk menghemat energi.

 BACA JUGA:Legenda Prancis Ini Sebut Gol Karim Benzema Hadiah Spesial Bagi Real Madrid

Survei kandidat menunjukkan Macron memimpin suara disusul Le Pen dan Melenchon. Kampanye Macron di Marseille dinilai sebagai strategi menarik minat para pendukung Melenchon, yang sebagian besar merupakan kalangan berpendidikan, berpolitik kiri-tengah, dan merupakan masyarakat urban.

Sebuah jajak pendapat, Ipsos, pada Sabtu kemarin (16/4/2022) menunjukkan 33% pemilih Melenchon berencana untuk memilih Macron, 16% untuk Le Pen dan 51% sisanya ragu-ragu.

Ribuan pengunjuk rasa anti-sayap kanan berbaris di seluruh negeri berusaha untuk membentuk front persatuan untuk mencegahnya memenangkan putaran kedua yang dijadwalkan pada 24 April 2022.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini