Share

Dolar AS Menguat, Euro Terangkat Pilpres Prancis

Antara, Jurnalis · Selasa 12 April 2022 07:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 12 278 2577377 dolar-as-menguat-euro-terangkat-pilpres-prancis-KCVQkj9GNw.jpg Dolar AS Menguat. (Foto: Okezone.com)

NEW YORK - Dolar AS menguat terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Dolar AS didukung imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih tinggi.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS melonjak di tengah ekspektasi pengetatan yang lebih agresif oleh Federal Reserve, sehingga mengangkat greenback. Imbal hasil acuan obligasi pemerintah AS 10 tahun mencapai 2,793% pada Senin (11/4/2022) atau tertinggi sejak Januari 2019.

Baca Juga: Sikap Hawkish The Fed Bikin Dolar AS Cetak Kenaikan Terbesar

"Mungkin ada sedikit reli yang melegakan, tetapi akan sulit bagi euro untuk benar-benar mendapatkan lebih banyak traksi ke atas sampai risiko peristiwa sepenuhnya berlalu," kata Ahli Strategi Makro Wells Fargo, Erik Nelson, dikutip dari Antara, Selasa (12/4/2022).

Sementara itu, euro menghentikan penurunan beruntun tujuh hari terhadap mata uang AS, menguat 0,14% menjadi USD1,0889. Indeks dolar AS terakhir di 99,92, setelah mencapai 100,19 pada Jumat (8/4/2022), tertinggi sejak Mei 2020.

Euro terangkat setelah pemimpin Prancis Emmanuel Macron mengalahkan penantang sayap kanan Marine Le Pen di putaran pertama pemilihan presiden.

Baca Juga: Dolar AS Lesu, Investor Pilih Mata Uang Berisiko

Macron akan menghadapi Le Pen dalam apa yang dijanjikan sebagai putaran kedua Pemilihan Presiden Prancis pada 24 April.

Dolar naik lebih jauh terhadap yen, yang mencapai level terlemah sejak pertengahan 2015. Mata uang Jepang telah memburuk karena bank sentral Jepang (BOJ) tetap lebih dovish daripada rekan-rekan mereka yang semakin hawkish seperti Fed.

"Apa yang kami dengar dari BOJ sejauh ini sangat konsisten bahwa mereka tidak khawatir tentang langkah ini (dalam yen) dan, jika ada, mereka merasa nyaman dengan langkah tersebut," kata Nelson.

“Mengingat bagaimana harga bergerak, daya tarik menjual yen dan mendapatkan tingkat bunga positif pada perdagangan itu, itu akan terus menjadi taruhan satu arah yang saya pikir cukup lama,” sambungnnya.

Fokus ekonomi utama berikutnya di Amerika Serikat adalah data harga konsumen untuk Maret yang akan dirilis pada Selasa waktu setempat.

Mata uang terkait komoditas termasuk dolar Kanada dan Australia dan krona Norwegia melemah karena harga minyak tergelincir.

Di pasar mata uang kripto, bitcoin jatuh ke posisi terendah tiga minggu, dan terakhir turun 3,78% pada USD40.541. Ether turun 5,26% menjadi USD3.034.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini