Share

Imbas Perang, Ekspor RI ke Rusia dan Ukraina Anjlok

Antara, Jurnalis · Senin 18 April 2022 14:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 18 320 2580878 imbas-perang-ekspor-ri-ke-rusia-dan-ukraina-anjlok-rKyqCcLi6o.jpg Ekspor-Impor Defisit Akibat Perang Rusia-Ukraina. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Neraca perdagangan Indonesia dengan dua negara yang sedang berkonflik, Rusia dan Ukraina mengalami defisit akibat perang yang sedang terjadi.

"Kami ingin menyimpulkan bahwa konflik ini membuat neraca perdagangan kita defisit, di mana defisit terbesar yaitu dengan Rusia," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo, dikutip dari Antara, Jakarta, Senin (18/4/2022).

Margo memaparkan, tiga komoditas ekspor utama Indonesia ke Rusia yaitu lemak dan minyak hewan/nabati, karet dan barang dari karet, serta mesin dan peralatan listrik.

Baca Juga: Pasukan Khusus Rusia Bebaskan Sandera dari Masjid di Mariupol

Pada Januari 2022, ekspor lemak dan minyak hewan/nabati RI. ke Rusia senilai USD102,4 juta Kemudian pada Februari 2022, angkanya menjadi USD102 juta. Namun, pada Maret 2022 nilainya menjadi USD58,3 juta.

"Jadi, terlihat sekali komoditas lemak dan minyak hewan/nabati ini akibat konflik jadi mengalami penurunan," ujar Margo.

Demikian juga untuk ekspor karet dan barang dari karet, di mana pada Januari dan Februari 2022 ekspornya mencapai USD7,1 juta dan USD7,3 juta, namun pada Maret 2022 angkanya hanya USD600 ribu.

Hal yang sama terjadi pada ekspor komoditas mesin dan peralatan listrik, di mana pada Januari 2022 angkanya USD11,1 juta, Februari 2022 sebesar USD10,7 juta dan Maret menjadi USD2,5 juta.

Baca Juga: Dampak Perang, BPS: Harga Komoditas Tinggi Pengaruhi Inflasi

Dengan demikian, neraca perdagangan RI dan Rusia pada periode Januari-Maret 2022 mengalami defisit USD204,6 juta. Angka tersebut menurun signifikan jika dibandingkan periode yang sama di tahun 2021 yang angkanya surplus USD42,2 juta.

Sementara itu, komoditas ekspor utama RI dengan Ukraina adalah lemak dan minyak hewan/nabati, kertas karton, alas kaki.

"Di bulan Maret ini tidak ada ekspor sama sekali ke Ukraina, yang menunjukkan bahwa konflik ini mengganggu ekspor kita ke Ukraina," ujar Margo.

Dengan demikian, perdagangan RI dengan Ukraina periode Januari-Maret 2022 mengalami defisit USD13,5 juta. Angka tersebut merosot signifikan jika dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yang angkanya surplus 53,6 juta dolar AS.

"Mudah-mudahan ketegangan semakin cepat selesai sehingga kita bisa cepat memperbaiki neraca perdagangan kita dengan kedua negara," pungkas Margo.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini