Share

APBN Surplus Rp10,3 Triliun, Pembiayaan Utang RI Turun

Michelle Natalia, Jurnalis · Rabu 20 April 2022 11:52 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 20 320 2582045 apbn-surplus-rp10-3-triliun-pembiayaan-utang-ri-turun-3rAB5BBGFu.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani.(Foto: Okezone.com/KBUMN)

JAKARTA - Surplus APBN sebesar Rp10,3 triliun terjadi pada triwulan I-2022 Angka tersebut setara 0,06% produk domestik bruto (PDB).

"Surplus ini karena pendapatan negara mencapai Rp501 triliun, sementara belanja negara tercatat Rp490,6 triliun," ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KITA di Jakarta, Rabu(10/4/2022).

Baca Juga: Penerimaan Pajak Melesat Capai Rp322 Triliun di Kuartal I-2022, Sri Mulyani Happy

Angka surplus itu, kata dia, juga berbanding terbalik dengan kondisi periode yang sama 2021, ketika terjadi defisit Rp143,7 triliun.

"Tahun lalu sudah defisit 0,85% GDP pada posisi bulan Maret. Tahun ini kita masih surplus 0,06% dari GDP," tambahnya.

Baca Juga: Sri Mulyani Pangkas Anggaran Covid-19 di Tahun Depan, Siap Jadi Endemi?

Menurutnya, surplus APBN berdampak pada penurunan pembiayaan utang. Pada triwulan I-2022, pembiayaan utang baru mencapai Rp139,4 triliun, sedangkan pada periode yang sama di tahun 2021, pembiayaan utangnya mencapai Rp332,8 triliun.

"Pembiayaan utang merosot atau turun tajam yaitu 58,1%. Ini surplus dan pembiayaan utangnya merosot tajam, sehingga menggambarkan APBN mulai pulih kesehatannya," ujar Sri.

Sri menyebutkan bahwa pemerintah akan terus berusaha mengakselerasi berbagai sektor belanja supaya bisa berdampak positif pada pemulihan ekonomi nasional dari pandemi COVID-19.

"Ini juga sejalan dengan langkah pemerintah melanjutkan program pemulihan ekonomi nasional yang berfokus pada isu kesehatan, perlindungan masyarakat, serta penguatan UMKM dan dunia usaha," pungkas Sri.

Sementara itu, pendapatan negara Rp501 triliun ini ditopang oleh penerimaan perpajakan. Penerimaan perpajakan pada triwulan I 2022 tercatat senilai Rp401,8 triliun, terdiri atas penerimaan pajak Rp322,5 triliun serta kepabeanan dan cukai Rp79,3 triliun. Sementara itu, realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) adalah sebesar Rp99,1 triliun.

"Dari sisi belanja, realisasi Rp490,6 triliun terdiri atas belanja kementerian/lembaga (K/L) Rp150 triliun, belanja non-K/L Rp164,2 triliun, serta belanja transfer ke daerah dan dana desa Rp176,5 triliun," pungkas Sri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini