Share

Sri Mulyani Soroti Krisis Pangan Akibat Perang di IMF-World Bank Spring Meetings 2022

Michelle Natalia, Jurnalis · Rabu 20 April 2022 13:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 20 320 2582121 sri-mulyani-soroti-krisis-pangan-akibat-perang-di-imf-world-bank-spring-meetings-2022-H0ApEG9zOJ.jpg Sri Mulyani Soroti Dampak Perang Rusia-Ukraina. (Foto: Okezone.com/Reuters)

WASHINGTON DC - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melanjutkan agenda dinasnya dalam rangkaian IMF-WBG Spring Meetings 2022. Sri Mulyani memimpin pertemuan Koalisi Para Menteri Keuangan untuk Perubahan Iklim, bersama dengan Menteri Keuangan Finlandia.

Pertemuan Koalisi ditujukan untuk mendiskusikan upaya Koalisi dalam menanggapi krisis energi yang terjadi tanpa harus mengorbankan tujuan jangka menengah dalam penanganan isu perubahan iklim.

Dalam pertemuan ini, Sri memimpin sesi diskusi mengenai pendekatan multilateral untuk harga karbon.

Baca Juga: Rusia Kembali Umumkan Ultimatum di Mariupol, Komandan Ukraina Bersumpah Tak Akan Menyerah

"Penetapan harga karbon internasional agar lebih seimbang dengan mempertimbangkan kapasitas masing-masing negara. Saya juga mengajak untuk mewujudkan transisi yang adil dan terjangkau," ujar Sri dalam keterangan yang diterima pada Rabu(20/4/2022).

Dia juga menjadi panelis pada acara Tackling Food Insecurity: The Challenge and Call to Action, bersama dengan Menteri Keuangan Amerika Serikat, Managing Director IMF, Presiden Bank Dunia, dan Presiden IFAD. Dalam acara tersebut, Sri menyerukan perlunya tindakan untuk mengatasi potensi terjadinya krisis ketahanan pangan sebagai dampak dari perang di Ukraina.

"Perang dan tindakan-tindakan yang menyertainya telah memicu kenaikan harga komoditas energi dan pangan. Apabila hal tersebut tidak diantisipasi secara dini, akan menimbulkan krisis pangan di negara-negara miskin dan rentan yang memiliki kapasitas fiskal yang terbatas," ungkap Sri.

Baca Juga: IMF Pangkas Perkiraan Ekonomi Global Imbas Perang Rusia-Ukraina

Dia pun juga menghadiri acara yang diselenggarakan oleh IMF dengan tajuk A Dialog with G20 Emerging Markets. Dialog ini dipimpin oleh Managing Director IMF Kristalina Georgieva dan dihadiri oleh negara-negara emerging market anggota G20, antara lain Indonesia, Saudi Arabia, Agentina, Brazil dan Afrika Selatan.

Dalam penjelasannya, Kristalina menyatakan bahwa perekonomian global sedang mengalami goncangan geopolitik dan menghadapi konsekuensi dari tidakan yang diterapkan dalam merespon kondisi geopolitik dimaksud.

Negara-negara emerging menghadapi efek limpahan (spillover) yang lebih luas, antara lain terjadinya gangguan perdagangan internasional, kenaikan harga komoditas, termasuk pangan dan energi, meningkatnya jumlah pengungsi dan isu humanitarian.

"Tantangan ini menjadi sangat signifikan mengingat dunia masih dalam upaya memperkuat prospek pertumbuhan ekonomi global," ungkapnya.

Sri mendorong para pembuat kebijakan untuk terus memperkuat pemulihan ekonomi yang tangguh dan inklusif, mengatasi dampak buruk pandemi, melakukan reformasi transformasional untuk mengatasi tantangan dan peluang perubahan iklim dan pemanfaatan teknologi digital (digitalisasi).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini