Share

Luncurkan Holding BUMN Industri Pertahanan, Jokowi: Ini yang Saya Tunggu dan Kejar

Raka Dwi Novianto, Jurnalis · Rabu 20 April 2022 14:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 20 320 2582202 luncurkan-holding-bumn-industri-pertahanan-jokowi-ini-yang-saya-tunggu-dan-kejar-gjNFnFwzxU.jpg Presiden Jokowi (Foto: Tangkapan Layar)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meluncurkan Holding dan Program Strategis BUMN Industri Pertahanan dengan nama Defend ID di Surabaya pada hari ini.

Jokowi mengatakan bahwa sudah seharusnya Indonesia membangun kemandirian industri pertahanan untuk siap memasuki era persaingan baru dan mampu memenuhi kebutuhan pertahanan pokok untuk menjaga kedaulatan negara kesatuan republik Indonesia (NKRI).

"Dan kemandirian industri pertahanan harus kita wujudkan bersama-sama tidak bisa sendiri-sendiri tidak bisa parsial, engga bisa. Kita harus perkuat industrinya, kita juga harus bangun ekosistemnya agar tumbuh dan berkembang semakin maju," ujar Jokowi dalam sambutannya yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (20/4/2022).

Jokowi pun mengapresiasi pembentukan Defend ID oleh BUMN dan Kementerian terkait. Holding BUMN industri pertahanan terdiri dari PT Len Industri Persero, PT Dahana, PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia dan PT PAL Indonesia.

"Karena itu saya mengapresiasi pembentukan holding BUMN industri pertahanan defense industry yang bernama Defend ID yang sudah lama ini saya tunggu dan saya kejar-kejaran terus agar BUMN industri pertahanan kita jauh lebih terkonsolidasi, ekosistemnya semakin kuat, mampu bersaing secara sehat dan menguntungkan," jelasnya.

Jokowi juga berharap agar Defend ID dapat masuk ke jajaran Top 50 perusahaan pertahanan dunia. Serta dapat meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN)

"Ini saya catat janjinya janji ini saya catat Defend ID akan menjadi top 50 perusahaan dunia pertama. Yang kedua akan terus mendorong peningkatan TKDN harus terus diperbesar terus dan menurunkan import alat peralatan pertahanan dan keamanan (Alpahankam) kita goalnya kesana," ungkapnya.

"Saya minta TKDN produk-produk pertahanan unggulan terus ditingkatkan dari angka yang telah dicapai saat ini yaitu 41% agar bisa terus naik dan meningkat dan nanti pada akhirnya 100%," imbuhnya.

Peluncuran holding dan program strategis BUMN industri pertahanan, kata Jokowi, harus dijadikan lompatan untuk bertransformasi membangun ekosistem ekonomi pertahanan yang kuat dan modern. Serta membentuk BUMN industri pertahanan yang kuat dan mandiri yang mampu bersaing dan menguasai pasar di dalam negeri utamanya dan diperhitungkan di pasar internasional atau pasar global.

"BUMN industri pertahanan ini akan menjadi ujung tombak kemandirian industri pertahanan kita harus menguasai teknologi dan manufaktur komponen terkini berbasis dualuse technologi dengan membangun global partnership seluas-luasnya dengan siapapun yang mau transfer teknologi semuanya ajak tetapi tetap mayoritas kita agar juga pasar kita lebih membesar," ungkapnya.

"Hingga 31 Desember 2021 sebanyak 27 lokasi PLTU atau 108% sudah melakukan implementasi co-firing biomassa dari target 25 lokasi PLTU, dengan memanfaatkan 232.239 ton biomassa yang menghasilkan 215.688 MWh)," kata Irwandy.

Sedangkan program kemandirian ekonomi melalui kontribusi Badan Usaha (BU) Panas Bumi dan Corporate Social Responsibility (CSR) BU Panas Bumi. Untuk BU panas bumi telah merealisasikan investasi sebesar Rp10,4 triliun, peningkatan belanja dalam negeri Rp2,68 triliun, dan penciptaan lapangan kerja Rp5 triliun.

"Khusus total nilai investasi tersebut diperuntukkan bagi (pengerjaan) proyek PLTP Sorik Marapi Unit-2 berkapasitas 45 Mega Watt (MW), PLTP Rantau Dedap Unit-1 (91 MW), dan PLTP Dieng Small Scale Unit-1 (10 MW)," urai Irwandy.

Pada pembangunan infrastruktur terdapat dua skala, yaitu PLTS Pos Jaga dan PJU-Tenaga Surya. Rincian PLTS Pos Jaga meliputi investasi Rp28,66 miliar, peningkatan belanja dalam negeri Rp11,37 milar, dan penciptaan lapangan kerja Rp285 miliar. Sementara PJU-TS diserap untuk investasi Rp315 miliar, peningkatan belanja dalam negeri Rp134 miliar dan perlindungan sosial Rp16,5 miliar.

Kelima, subsektor Geologi, Litbang, dan Diklat. Fokus penanganan subsektor geologi pada program pusat informasi geologi di Sumatera Barat dan Kalimantan Timur, pemberdayaan masyarakat di kawasan Geopark melalui pengembangan Geoproduk UMKM, serta pemberdayaan msyarakat melalui gelar wirausaha batu mulia.

Sasaran bidang pendidikan dan pelatihan (diklat) difokuskan untuk menciptakan masyarakat terdidik dengan beberapa program diklat, yaitu diklat masyarakat bidang geominerba yang diikuti 1.319 orang menghabiskan Rp5,22 miliar, 125 orang diklat bidang migas (Rp0,95 miliar), 172 orang diklat bidang KEBTKE (Rp1,33 miliar), dan 140 orang diklat tambang bawah tanah (Rp1,14 miliar).

Sementara itu, bidang penelitian dan pengembangan (litbang) diperuntukkan untuk 100 konversi motor BBM menjadi motor listrik sebesar Rp0,27 miliar, proyek percontohan pompa air listrik tenaga surya untuk pertanian Rp0,56 miliar, dan proyek percontohan Refused-Derived Fuel (RDF) Rp0,56 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini