Share

KRL Tabrak Mobil di Citayam, KAI Akan Tuntut Pengemudi

Azhfar Muhammad, Jurnalis · Rabu 20 April 2022 16:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 20 320 2582319 krl-tabrak-mobil-di-citayam-kai-akan-tuntut-pengemudi-15ZpdFkCJp.jpg KRL Tabrak Mobil. (Foto: okezone.com/Instagram jktinfo)

JAKARTA — Kecelakaan di perlintasan sebidang menyebabkan gangguan perjalanan KRL relasi Bogor-Jakarta Kota hari ini. PT Kereta Api Indonesia (Persero) pun menuntut pertanggungjawaban pengemudi mobil sesuai peraturan perundangan yang berlaku.

VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan, KAI menyayangkan kecerobohan pengemudi mobil yang tidak mendahulukan perjalanan kereta api sehingga menyebabkan terjadinya gangguan perjalanan KRL yang menghambat aktivitas masyarakat banyak di pagi hari.

Baca Juga: Ini Fitur Keamanan Honda Mobilio, Mobil yang Tertabrak KRL di Depok

“KAI akan menuntut pengemudi mobil mempertanggungjawabkan tindakannya karena tidak mendahulukan perjalanan kereta api sehingga menyebabkan kerusakan sarana dan gangguan perjalanan,” tegas Joni dalam keterangan resmi, Rabu (20/4/2022).

Akibatnya, sejumlah perjalanan KRL sempat tertahan dikarenakan harus bergantian menggunakan 1 jalur selama proses evakuasi mobil yang tersangkut, kemudian sarana KRL tersebut juga mengalami kerusakan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut dan saat ini perjalanan KRL sudah kembali normal.

Baca Juga: KRL Tabrak Mobil di Pelintasan Stasiun Citayam-Depok

“Jadi Seluruh pengguna jalan harus mendahulukan perjalanan kereta api saat melalui perlintasan sebidang. Hal tersebut sesuai UU 23 tahun 2007 tentang perkeretaapian dan UU 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” tambahnya.

Pada UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, Pasal 124 menyatakan yaitu, Pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api.

Untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api, KAI bersama-sama dengan Direktorat Keselamatan DJKA Kementerian Perhubungan dan kewilayahan setempat telah menutup perlintasan liar tersebut sehingga kejadian serupa tidak akan terulang lagi.

“KAI mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat akan melintasi perlintasan sebidang jalan raya dengan jalur kereta api. Pastikan jalur yang akan dilalui sudah aman, tengok kanan dan kiri, serta patuhi rambu-rambu yang ada,” tutup Joni

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini