Share

PLTP Sorik Marapi Dihentikan Usai Bikin Warga Keracunan Massal

Athika Rahma, MNC Portal · Selasa 26 April 2022 09:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 26 320 2585248 pltp-sorik-marapi-dihentikan-usai-bikin-warga-keracunan-massal-6swCPENT3t.jpg ESDM Hentikan Pengoperasian PLTP Sorik. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PLTP Sorik Marapi di Mandailing Natal, Sumatera Utara dihentikan operasinya karena terjadi kebocoran gas. Semburan lumpur panas disertai bau menyengat menyebabkan 21 warga keracunan dan dilarikan ke rumah sakit.

Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal EBTKE langsung menyetop operasi milik PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) tersebut.

"(Kami) Telah menerbitkan surat instruksi penghentian sementara kegiatan pengeboran dan uji alir sumur kepada SMGP dengan pertimbangan aspek keselamatan dan perlindungan lingkungan," ujar Direktur Panas Bumi/Kepala Inspektur Panas Bumi (KAIP) Harris, Selasa (26/4/2022).

Baca Juga: 5.200 PLTD Dikonversi ke EBT, Ini Keuntungannya

Lebih lanjut, setelah mendapat laporan tersebut, Kementerian ESDM segera mengeluarkan 5 rekomendasi untuk penanganan dan membentuk Tim Investigasi Kementerian ESDM telah berada di lokasi untuk melakukan investigasi.

Harris mengatakan, penanganan saat ini difokuskan untuk memberikan perawatan yang optimal kepada korban yang terdampak paparan gas H2S. Saat ini kondisi kesehatan korban semakin membaik dan beberapa orang warga telah diizinkan pulang ke rumah.

Kementerian ESDM berharap agar semua pihak dapat menjaga situasi tetap kondusif agar upaya pemulihan dapat berjalan dengan lancar.

Baca Juga: Mau Pasang PLTS Atap? Masyarakat Bisa Dapat Insentif

"Kementerian ESDM akan mengambil langkah tegas untuk menegakkan peraturan K3LL panas bumi dalam rangka menciptakan pengusahaan panas bumi yang aman dan ramah lingkungan," ungkapnya.

Adapun, insiden tersebut terjadi pada 24 April 2022. Terjadi semburan liar (blow out) yang diikuti dengan keluarnya gas H2S ketika berlangsung pengeboran sumur panas bumi T-12.

PLTP Sorik Marapi saat ini mengoperasikan 2 unit pembangkit dengan kapasitas pembangkitan 90 MW yang membantu meningkatkan kehandalan jaringan transmisi ketenagalistrikan Sumatera Utara. Dalam rangka pengembangan PLTP Sorik Marapi Unit III, SMGP melakukan kegiatan pengeboran sumur panas bumi yang salah satunya sumur T-12 untuk penyediaan suplai uap PLTP Unit III.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Pengeboran sumur T-12 mulai dilaksanakan sejak tanggal 20 April 2022 dan direncanakan berlangsung selama 44 hari dengan target kedalaman 2700 m. Ketika terjadi steam kick, kedalaman sumur baru mencapai 370 m dan belum mencapai zona reservoir sehingga memiliki kemungkinan kecil terjadinya steam kick.

Dari penelusuran terhadap data-data pengeboran, penyebab munculnya semburan liar di duga berasal dari sumur T-11 yang berjarak kurang lebih 7 meter dari sumur T-12. Tim Kementerian ESDM terus melakukan pendalaman untuk menemukan penyebab semburan liar tersebut.

Akibatnya, 19 orang warga masyarakat dan 2 orang kru pengeboran terpapar gas H2S yang keluar dari semburan liar.

Dilaporkan, semburan secara bertahap mereda dan sumur telah dapat dikendalikan sepenuhnya per pukul 16.40 WIB di hari yang sama.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini