PLTP Muara Laboh Rp8 Triliun Jadi Magnet Investasi Panas Bumi?

Irene, Jurnalis · Minggu 23 Februari 2020 11:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 23 320 2172792 pltp-muara-laboh-rp8-triliun-jadi-magnet-investasi-panas-bumi-Xlm4r0z1F2.jpg PLTP Muara Laboh (Foto: Ist)

JAKARTA - Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Muara Laboh Tahap-1 berkapasitas 85 megawatt (mw) di Solok Selatan, Sumatera Barat sudah beroperasi pada 16 Desember 2019.

PLTP Muara Laboh Tahap-1 merupakan perwujudan pembangkit listrik yang masuk dalam program implementasi Proyek Strategis Nasional (PSN) yaitu proyek percepatan pembangkit tenaga listrik 35.000 mw. Terletak di Kabupaten Solok Selatan, PLTP Muara Laboh I menghabiskan Rp8 triliun dan menjadi WKP yang pertama kali dikeluarkan oleh Kementerian ESDM untuk panas bumi di Provinsi Sumatera Barat.

Baca Juga: PLTP Muara Laboh Terangi 340 Ribu Rumah di Solok Sumatera Barat

Di wilayah Sumatera Barat, PLTP ini merupakan pembangkit listrik pertama yang memanfaatkan energi baru dan terbarukan. Sumber energi baru dan terbarukan ini berasal dari WKP Liki Pinangawan Muara Laboh.

"Dengan beroperasinya PLTP Muara Laboh Tahap I diharapkan dapat menjadi solusi krisis kelistrikan untuk daerah Sumatera khususnya daerah Solok Selatan," ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi seperti dikutip laman Kementerian ESDM, Jakarta, Minggu (23/2/2020).

Baca Juga: Pembangkit Listrik Senilai Rp19 Triliun Resmi Beroperasi

Selain itu juga ke depannya akan memacu lebih banyak investasi yang masuk untuk mengembangkan potensi panas bumi yang lain sehingga gerak perekonomian pun bertambah.

PT Supreme Energy Muara Laboh (SEML) sebagai operator PLTP juga telah berencana meningkatkan kapasitas pembangkit dengan tambahan sebesar 65 MW melalui pengembangan tahap II.

Sementara itu, PT Rekayasa Industri (Rekind) perusahaan EPC (Engineering, Procurement, Construction) mencatat 6 juta jam kerja aman tanpa kecelakaan setelah menyelesaikan proyek pembangunan PLTP Muara Laboh Tahap-1

Sertifikat pencapaian 6 juta jam kerja aman tanpa kecelakaan diserahkan langsung oleh Construction Manager SEML Christian Pintea kepada Project Manager Rekind M. Fahirwan di lokasi PLTP Muara Laboh.

Pelaksanaan seremonial kegiatan yang dihadiri seluruh karyawan, mitra kerja Rekind dan pemilik proyek itu dilaksanakan bertepatan dengan Hari Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Nasional ke-50.

PLTP Muara Laboh berbasis Energi Baru dan Terbarukan (EBT) dan mampu memasok daya listrik untuk 340.000 rumah tangga khususnya di wilayah Solok Selatan dan daerah lainnya.

Pelaksanaan proyek yang kompleks menuntut Rekind untuk meningkatkan seluruh aspek tidak hanya teknologi dan inovasi, namun juga harus memperhatikan aspek keselamatan kerja sesuai standar internasional. Rekind menempatkan HSE sebagai competitive value yang mampu memberikan nilai tambah dalam setiap kerja sama dengan pelanggan.

"Seiring dengan dukungan serta kerjasama dari masyarakat setempat dan Pemerintah Daerah (Pemda) Sumatera Barat, Rekind mampu untuk merampungkan pengerjaan proyek ini dengan selalu berusaha memberikan yang terbaik. Alhamdulillah setiap pekerjaan yang kami lakukan terukur dan terencana dengan tepat,” kata Fahirwan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini