Share

Erick Thohir: Industri Penerbangan RI Normal 6 Bulan Lagi

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 27 April 2022 10:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 27 320 2585892 erick-thohir-industri-penerbangan-ri-normal-6-bulan-lagi-CMXJawrBHF.jpg Erick Thohir sebut industri penerbangan RI kembali normal 6 bulan lagi. (Foto: Kementerian BUMN)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memperkirakan titik normal bisnis sektor penerbangan dalam negeri akan terjadi dalam kurun waktu 6-8 bulan mendatang.

Saat ini, proses pemulihan penerbangan sudah berlangsung dengan adanya mudik lebaran 2022.

Erick mencatat, titik normal bisnis penerbangan di Tanah Air ditandai dengan beroperasinya 400 armada pesawat. Sementara, kini sudah tercatat 200 pesawat yang dioperasikan sejumlah maskapai penerbangan.

 BACA JUGA:Alhamdulillah, Garuda Buka Penerbangan Langsung Haji dan Umrah dari Makassar Bulan Depan

"Sekarang mulai kembali normal di banyak negara, termasuk di Indonesia mungkin enam bulan lagi, tentu alternatif dari penerbangan maksudnya perjalanan dinas melalui penerbangan maupun wisata, tentu akan menuju titik normal dalam waktu yang mungkin 6-8 bulan lebih," ungkap Erick saat ditemui di kawasan GBK, Jakarta, Rabu (27/4/2022).

Erick menyebut salah satu pemulihan industri bisnis yang menjadi konsentrasi pemerintah adalah penerbangan. Upaya ini lantaran bisnis penerbangan cukup terdampak selama pandemi Covid-19.

Tercatat, banyak sektor transportasi termasuk transportasi udara menghadapi turbulensi yang tidak pernah dihadapi sebelumnya.

 BACA JUGA:Dear Traveler, 11 Maskapai AS Izinkan Penumpang Tanpa Masker Saat Penerbangan

Adapun untuk kasus terpuruknya adalah keuangan PT Garuda Indonesia Tbk, lantaran pendapatan dan pengeluaran tidak seimbang. Kondisi ini diperparah dengan total utang yang mencapai Rp 139 triliun.

Lalu, maskapai Sriwijaya Air yang juga sempat terpuruk ketika pecah kongsi dengan Garuda Indonesia sehingga akhirnya terpaksa melakukan PHK terhadap pekerjanya.

Belum lagi Sriwijaya Air yang sebelumnya sempat mengalami insiden kecelakaan, tentunya menambah kerugian luar biasa bagi maskapai ini.

Covid-19 telah memberikan banyak pukulan telak terhadap industri penerbangan tidak hanya di Indonesia, namun di seluruh dunia.

Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) memprediksi arus kas industri penerbangan akan tetap negatif selama tahun 2021 dengan potensi cash burn hingga USD75 miliar.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini