Share

Jangan Kaget! Harga Daging Sapi Tembus Rp180.000/Kg saat Lebaran

Feby Novalius, Okezone · Rabu 27 April 2022 14:58 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 27 320 2586110 jangan-kaget-harga-daging-sapi-tembus-rp180-000-kg-saat-lebaran-SVtzJnk2Wn.jpg Harga Daging Sapi Diprediksi Bakal Terus Naik Jelang Lebaran. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Harga daging sapi segar di pasaran masih cukup tinggi hingga Rp 150.000 per kilogram (Kg). Sebelumnya harga daging di kisaran Rp120.000 per kg.

"Saat berdiskusi dengan para asosiasi daging, sangat mungkin, mendekati Lebaran nanti harga daging sapi segar melonjak hingga Rp180.000 per kg," ujar Pengamat Pertanian Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori, Rabu (27/4/2022).

Baca Juga: Harga Daging Sapi Tembus Rp150 Ribu/Kg Jelang Lebaran, Masyarakat: Mahal Banget

Menurutnya, tingginya harga daging sapi karena pasokan dalam negeri yang tidak mencukupi dan mahalnya harga daging dari negara-negara eksportir.

"Jadi, saya nggak kaget, kalau sekarang harga daging sapi tinggi," katanya.

Baca Juga: Sidak ke Pasar, Badan Pangan Nasional: Daging Sapi Masih Mahal

Karena itu, bagi masyarakat yang tidak bisa membeli daging sapi segar, Pemerintah telah menyediakan daging kerbau beku sebagai alternatif. Di mana, sepanjang tahun ini Perum Bulog mendapat penugasan dari Pemerintah untuk mengimpor daging kerbau beku sebanyak 100.000 ton.

Dilihat dari data yang ada, kebutuhan daging bulanan rata-rata 8.000 sampai 10.000 ton. Sedangkan stok milik bulog sebanyak 36.000 ton.

"Artinya, stok daging kerbau masih cukup, bahkan tidak hanya untuk lebaran saja, tetapi cukup memenuhi kebutuhan daging hingga Mei dan Juni nanti," bebernya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Dirinya meyakini, dengan ketersediaan stok yang mencukupi itu, masyarakat bisa merayakan hari Idul Fitri dengan menikmati santapan yang sama nikmatnya. Apalagi, harga daging kerbau beku, lebih murah dan terjangkau yaitu sebesar Rp80.000, dibanding daging sapi segar.

"Jadi, masih ada pilihan daging kerbau, sebagai alternatif. Pasti, tetap ada konsumennya, ada peminatnya, meskipun nggak sebesar (konsumen) daging sapi," katanya.

Lebih lanjut disampaikannya, keran impor daging kerbau beku mulai dilakukan Pemerintah pada tahun 2017. Dengan pertimbangan, agar harga daging sapi bisa turun ke Rp 80.000, tergantung jenisnya. Harga ini juga mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No.7 Tahun 2020.

Karenanya, Pemerintah mencoba mencari alternatif daging yang harganya lebih murah.

"Ketemulah daging kerbau. Yang potensial dari India. Tetapi, sejak tahun 2017 tidak pernah tercapai harga daging sapi segar sesuai acuan itu," ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini