Share

Belajar Banyak dari Pandemi Covid-19, Menko Luhut Ingatkan soal Kesehatan dan Pendidikan

Antara, Jurnalis · Rabu 27 April 2022 17:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 27 320 2586226 belajar-banyak-dari-pandemi-covid-19-menko-luhut-ingatkan-soal-kesehatan-dan-pendidikan-IBOgHb6fuy.jpg Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan. (Foto: Okezone.com/Kemenko Marves)

JAKARTA - Presidensi G20 Indonesia berkomitmen membangun arsitektur kesehatan global yang lebih baik dengan menutup kesenjangan pembiayaan kesehatan antara negara maju dan berkembang.

"Diperlukan dana kesehatan untuk meningkatkan respons global terhadap Covid-19 dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi pandemi di masa depan," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, dalam CSIS Global Dialog 2022, dikutip dari Antara, di Jakarta, Rabu (27/4/2022).

Investasi dengan jumlah yang signifikan untuk memperbaiki arsitektur kesehatan global dan skema pembiayaan yang lebih inovatif masih perlu dimobilisasi.

Baca Juga: Erick Thohir Sebut Generasi Milenial Bisa Jadi Pendorong Ekonomi

Menurutnya Covid-19 telah menunjukkan bahwa dunia kekurangan sumber daya untuk membuat setiap negara siap menghadapi pandemi. Hal ini tampak juga dari vaksinasi yang tidak merata dimana tingkat vaksinasi negara-negara berpenghasilan menengah ke bawah masih rendah.

"Negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah harus didorong untuk mereformasi sektor kesehatan mereka untuk memenuhi target global pada vaksinasi, diagnosa Covid-19, dan pengobatan," katanya.

Baca Juga: Erick Thohir: RI Butuh 17 Juta Tenaga Kerja Ekonomi Digital

Selain pada sektor kesehatan, pandemi Covid-19 juga berdampak pada sektor pendidikan di mana 1,5 miliar anak sulit mengakses pendidikan karena pandemi, dan 30 juta di antara anak-anak yang putus sekolah diperkirakan tidak akan kembali bersekolah.

Bank dunia memperkirakan bahwa tahun depan pengeluaran pendidikan negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah berpotensi turun 100 sampai 150 miliar dolar AS dari yang direncanakan sebelumnya.

"Biaya ekonomi jangka panjang dari learning loss berarti terdapat potensi kerugian dalam output produktivitas di masa depan," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini