Share

Erick Thohir: RI Butuh 17 Juta Tenaga Kerja Ekonomi Digital

Suparjo Ramalan, iNews · Minggu 24 April 2022 12:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 24 320 2584325 erick-thohir-ri-butuh-17-juta-tenaga-kerja-ekonomi-digital-npnkArR1G1.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan bahwa Indonesia akan membutuhkan 17 juta tenaga kerja untuk ekonomi digital hingga 2030. Hal ini sejalan dengan potensi ekonomi digital dalam negeri yang diproyeksi mencapai Rp4.500 triliun.

Erick menilai Indonesia perlu menyiapkan anak-anak muda yang memiliki literasi digital yang tinggi dan mampu berinovasi. Penegasan ini disampaikan Erick dalam pada acara Pre-Summit 2 Youth20 (Y20) Indonesia 2022, Sabtu (23/4/2022).

Y20 merupakan engagement group Bidang Pemuda dari G20 yang dihadiri 100 pemimpin muda global dari 20 negara dengan ekonomi terbesar di dunia.

Erick menekankan, Y20 menjadi sarana bagi para pemimpin muda untuk berdiskusi mengenai isu-isu paling mendesak yang dihadapi pemuda, khususnya di empat area prioritas pembahasan, yaitu ketenagakerjaan pemuda, transformasi digital, planet yang berkelanjutan dan layak huni, serta isu keberagaman dan inklusi.

“Tantangan hari ini jauh lebih besar, yakni ketahanan kesehatan, disrupsi digital, dan krisis global supply chain. Tantangan ini perlu dipersiapkan dan dihadapi bersama agar anak muda mampu menjadi agen perubahan," ujar Erick, Minggu (24/4/2022).

Untuk menghindari kapitalisasi asing terhadap market digital di Tanah Air, Erick meminta perusahaan pelat merah mendorong generasi muda mengambil peran dalam ekosistem teknologi. Peran ini berupa memfasilitasi ide kreatif milenial yang direalisasikan dalam satu platform digital.

Dia meyakini ide kreatif anak muda mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru atau ekonomi digital. Menurut dia, Indonesia tak cukup hanya mendorong hilirisasi sumber daya alam (SDM), tapi juga memperkuat ekosistem digital.

Dengan kata lain, pertumbuhan makro ekonomi Indonesia juga berdasarkan kemampuan dan kecakapan bangsanya, sehingga harus didorong.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini