Share

Balas Putin, Uni Eropa Segera Larang Impor Minyak Rusia

Kamis 05 Mei 2022 10:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 05 320 2589446 balas-putin-uni-eropa-segera-larang-impor-minyak-rusia-pn34Ffkooo.jpg Uni Eropa Bakal Larang Impor Minyak Rusia. (Foto: Okezone.com/SKK Migas)

JAKARTA - Uni Eropa menyiapkan sanksi paling keras terhadap Rusia dengan melarang total impor minyak dan sanksi atas dugaan kejahatan perang.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan, langkah ditujukan untuk memaksimalkan tekanan terhadap Rusia dan meminimalkan dampak buruk terhadap Eropa. Minyak mentah Rusia akan dihapus dalam waktu enam bulan.

Langkah Uni Eropa ini diumumkan setelah akhir bulan lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan negara manapun yang mencoba mengintervensi perang di Ukraina akan menghadapi balasan secepat kilat.

Baca Juga: Rusia Lancarkan Serangan Udara terhadap Pabrik Baja di Mariupol

"Kami memiliki semua peralatan yang tidak dibanggakan oleh siapapun. Kami akan menggunakannya jika diperlukan," kata Putin, dikutip dari BBC Indonesia, Kamis (5/5/2022).

Pemimpin Rusia itu menambahkan, semua keputusan terkait balasan seperti apa yang akan mereka lakukan, sudah dibuat. Tapi, dia tidak memberikan rinciannya.

Ancaman Putin muncul setelah para sekutu Ukraina meningkatkan pasokan bantuan senjata, bahkan AS berjanji untuk memastikan Ukraina akan mengalahkan Rusia.

Baca Juga: Gubernur Bank Sentral Siap Hadapi Krisis akibat Sanksi ke Rusia

Atas sikap Putin tersebut, Uni Eropa menyiapkan sanksi baru terhadap pejabat militer Rusia yang terlibat dalam dugaan kejahatan perang di Bucha dan Mariupol.

"Langkah ini merupakan pesan penting ke semua pelaku dalam perang Kremlin. Kami tahu, siapa Anda, dan Anda harus bertanggung jawab," kata von der Leyen di depan Parlemen Eropa.

Uni Eropa selama beberapa minggu telah membicarakan bagaimana melepaskan diri dari ketergantungan dari minyak dan gas Rusia. Uni Eropa sebelumnya menyatakan akan mengurangi impor gas sebanyak sepertiga pada akhir 2022 dan kini merencanakan akan mengakhiri impor minyak mentah dalam enam bulan serta produk-produk turunan pada akhir 2022.

"Kami akan memastikan menghapus impor minyak Rusia secara bertahap," katanya.

Slovakia dan Hungaria yang saat ini tergantung pada minyak Rusia akan diberikan waktu tambahan satu tahun untuk mencari pasokan alternatif.

Juru Bicara Pemerintah Hungaria mengatakan, mereka belum membicarakan rencana transisi itu. Rencana larangan impor itu perlu disepakati terlebih dahulu oleh duta besar Uni Eropa dan akan ditandatangani dalam beberapa hari mendatang.

Menanggapi rencana larangan impor minyak Rusia itu, juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan Moskow mempertimbangkan segala opsi, tapi yang jelas sanksi-sanksi yang diberlakukan juga merugikan negara masing-masing.

"Secara umum, jika kita bicara sanksi, aspirasi sanksi Amerika, Eropa dan negara-negara lain bak pedang bermata dua. Dalam upaya mengganggu kami, mereka juga menanggung akibatnya," kata Peskov.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini