Share

Kasus Covid-19 Terkendali saat Lebaran, Luhut Sebut Ekonomi RI Membaik

Raka Dwi Novianto, Jurnalis · Senin 09 Mei 2022 15:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 09 320 2591224 kasus-covid-19-terkendali-saat-lebaran-luhut-sebut-ekonomi-ri-membaik-7sYtfNHHBS.jpg Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan kondisi varian Omicron Covid-19 di Indonesia pada libur Lebaran hingga saat ini masih terkendali. Hal tersebut dibuktikan dengan menurun kasus harian.

"Ditengah momen Lebaran yang merupakan momen suci dan begitu baik bagi Umat Muslim Indonesia, begitupula-lah kondisi pandemi tergambar hari ini. Hingga hari ini kondisi dan situasi pandemi Covid-19 dalam kondisi yang begitu baik. Bila dilihat secara nasional, sudah 25 hari berturut-turut kasus harian kita berada di bawah 1000 dan hari berturut-turut kasus harian di bawah 500," ujar Luhut dalam keterangannya yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (7/5/2022).

Gambaran baik lainnya, kata Luhut, terlihat pada rawat inap secara nasional yang terus turun hingga 97 persen. Tingkat hunian tempat tidur rumah sakit hanya 2 persen dari keseluruhan bed yang tersedia. Selain itu kasus kematian juga turun hingga 98 persen yang disebabkan oleh varian Omicron dan positivity rate berada dibawah 0,7 persen.

"Berdasarkan data-data diatas kami meyakini bahwa kondisi varian Omicron di Indonesia di tengah momen libur Idul Fitri hingga saat ini masih terkendali," jelasnya.

Selain itu, momen Idul Fitri memberikan pemulihan aktivitas ekonomi yang begitu tinggi dan mobilitas masyarakat juga terjadi sangat cepat pada periode tersebut.

"Mobilitas masyarakat tercatat keluar rumah meningkat hingga 48,1 persen dibandingkan baseline. Selain itu Indeks Belanja Mandiri meningkat hingga 31 persen lebih tinggi dibandingkan puncak Lebaran tahun 2021 yang lalu," ungkapnya.

Meski tentu ini positif bagi kinerja perekonomian, lanjut Luhut, peningkatan mobilitas dan aktivitas ekonomi yang tinggi juga memiliki risiko, berupa penyebaran kasus, yang perlu diantisipasi oleh Pemerintah.

"Untuk itu, Pemerintah akan memantau pergerakan kasus dalam 1 hingga 2 minggu ke depan dengan memperkuat testing dan tracing. Kami juga menghimbau untuk mengoptimalkan WFH selama beberapa waktu ke depan, untuk mengurangi risiko penyebaran virus," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini