Share

Larangan Ekspor CPO Bikin Petani Sawit Gigit Jari, Ini Sederet Dampaknya

Heri Purnomo, Jurnalis · Jum'at 13 Mei 2022 12:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 13 320 2593581 larangan-ekspor-cpo-bikin-petani-sawit-gigit-jari-ini-sederet-dampaknya-nAiARsTzfi.jpg Larangan eskpor CPO bikin petani sawit gigi jari. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Dewan Pakar DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Purwadi mengatakan larangan ekspor crude palm oil (CPO) memberi dampak langsung terhadap petani kelapa sawit.

"Faktanya sehari setelah adanya rencana larangan expor CPO, belum berlaku peraturannya, itu harga sudah terkoreksi antara Rp500 sampai Rp1.000 rupiah per kilogramnya untuk Tandan Buah Segar (TBS)," ujarnya dalam Market Review di IDX Channel, Jumat (13/5/2022).

Dia menjelaskan, bahkan empat hari setelah adanya larangan ekspor CPO harga TBS di petani terkoreksi Rp1.000 sampai Rp2.000 rupiah per kilogramnya tergantung wilayah pasar mereka.

 BACA JUGA:Indonesia Larang Ekspor CPO Bikin Malaysia Untung Besar

"Bahkan sampai saat ini pabrik perusahaan kelapa sawit sebagian sudah menurunkan produk-produk minyak, berdampak mengurangi pembelian produk TBS," katanya.

Dia juga mengatakan bahwa larangan ekspor CPO tersebut bahkan sampai tahap menghentikan pembelian produk TBS di petani kelapa sawit.

"Ini bukan lagi mengenai harga, kita bicara pendapatan nol atau harga nol," pungkasnya.

Seperti diketahui, pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memutuskan melarang ekspor untuk semua produk sawit, baik minyak kelapa sawit (CPO), dan turunannya termasuk RPO, RBD Palm Olein, POME, dan used-cooking oil sejak 28 April 2022.

 BACA JUGA:Ekspor CPO Dilarang, KSP Klaim Harga Minyak Goreng Turun

Kebijakan ini diambil untuk memprioritaskan kepentingan masyarakat serta komitmen pemerintah untuk menyediakan harga minyak goreng curah yang terjangkau di masyarakat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini