Share

Mengenal Wabah PMK, Penyakit Hewan yang Dari Dulu Pernah Menyebar di Indonesia

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Senin 16 Mei 2022 12:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 13 320 2593651 mengenal-wabah-pmk-penyakit-hewan-yang-dari-dulu-pernah-menyebar-di-indonesia-d5wQSJE3XJ.jpg Wabah Penyakit Mulut dan Kuku di Hewan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan sedang ditangani pemerintah. Setidaknya dua daerah terdapat penyebaran penyakit mulut dan kuku di Aceh dan Jawa Timur.

Apa sih Penyakit Mulut dan Kukut tersebut?

Kementerian Pertanian menjelaskan bahwa penyakit ini menyerang semua hewan berkuku belah atau genap seperti sapi, kerbau, babi, kambing, domba, termasuk juga hewan liat yang seperti gajah, rusa dan sebagainya.

Virus ini dapat bertahan lama di lingkungan, dan bertahan hidup di tulang, kelenjar, susu serta produk susu.

"Masa inkubasi 1-14 hari. Angka kesakitan bisa mencapai 100%, angka kematian tinggi pada hewan muda atau anak," terang Kementan dalam Instagramnya, Senin (16/5/2022).

Penyakit ini berdampak pada penurunan produksi susu, kematian mendadak. Kemudian keguguran, infertilitas, penurunan berat badan dan hambatan perdagangan dan ekspor.

Masyarakat dapat mengenali tanda-tanda PMK pada hewan seperti ditemukan lepus yang berisi cairan atau luka yang terdapat pada lidah, gusi, hidung dan teracak/kuku hewan yang terinfeksi. Hewan tidak mampu berjalan (pincang). Air liur berlebihan dan hilang nafsu makan.

"Hewan yang tertular mengeluarkan virus pada cairan vesikel, air liur, susu, air seni dan kotoran. Virus dapat dikeluarkan 1-2 hari sebelum hewan menunjukan tanda klinis," terang kementan

Penyakin hewan ini disebabkan virus RNA yang masuk dalam genus apthovirus, keluarga picornaviridae. Virus PMK terdiri dari 7 serotipe yaitu, O, A, C, Southern African Territorities (SAT-1, SAT-2 dan SAT-3) dan Asia-1.

Penyakit ini ditularkan ke hewan melalui kontak langsung. Di mana antara hewan yang tertular dengan hewan rentan. Kontak tidak langsung dengan virus pada manusia, alat dan sarana transportasi akibat kontaminasi dari peternakan yang mengalami wabah PMK.

Kemudian penyebaran melalui udara. Utamanya babi yang dapat menyebarkan virus dalam jumlah yang sangat banyak ke udara melalui aktivitas bernafas.

Sebenarnya penyakit ini sudah beberapa kali mewabah di Indonesia. Pada 1887, PMK masuk melalui importasi sapi perah dari Belanda dan beberapa kali mewabah. 1983 wabah PMK terakhir di Jawa dengan pemberantasan melalui vaksin masal.

Lalu pada 1986, deklarasi secara nasional terhadap status Indonesia bebas PMK dengan diterbitkannya Surat Keputusan Menteri Pertanian No.260/Kpts/TN.510/5/1986 1990 pengakuan status bebas PMK di Indonesia oleh Badan Kesehatan Hewan Dunia (OIE), tercantum dalam resolusi OIE No.XI tahun 1990.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini