Share

Geger Wabah PMK, Harga Daging Sapi Turun?

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Kamis 12 Mei 2022 17:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 12 320 2593218 geger-wabah-pmk-harga-daging-sapi-turun-hliGEjvr3U.jpg Wabah PMK tak pengaruhi harga daging sapi (Foto: Okezone)

JAKARTA – Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tak berpengaruh pada harga daging sapi. Ketua Jaringan Pemotongan dan Pedagang Daging Indonesia (Jappdi) Asnawi menyatakan, hingga hari ini tidak ada laporan kenaikan harga daging disebabkan wabah.

"Kalau saat ini (perubahan harga daging) belum terjadi karena wabah PMK," kata Asnawi kepada MNC Portal Indonesia, Kamis (12/4/2022).

Menurutnya, daging sapi yang disembelih dari hewan ternak yang terjangkit PMK masih aman dikonsumsi. Namun, dengan catatan harus melalui proses perebusan dengan air panas bersuhu 95 derajat celcius selama 15-30 menit.

"Jadi artinya daging sapi yang terjangkit PMK ini masih aman dikonsumsi oleh masyarakat apabila proses memasaknya dengan tingkat panas 95 derajat celcius dalam waktu minimal 15 menit dan maksimal 30 menit. Dengan proses ini, semua bakteri yang ada di daging itu akan mati dengan sendirinya," jelas Asnawi.

Lebih lanjut dia menegaskan bahwa penyakit hewan ternak ini tidak berbahaya pada manusia. Sebab, penularan hanya terjadi antar hewan ternak saja. Dengan demikian, diharapkan masyarakat tidak perlu panik berlebihan.

"Edukasi kepada masyarakat perihal ini sangat penting. PMK ini tidak menakutkan dan tidak menularkan manusia," ujarnya.

Asnawi pun mengapresiasi sikap pemerintah yang gerak cepat dalam menangani wabah PMK pada hewan ternak ini. Dia juga setuju dengan intruksi Presiden yang melarang hewan ternak yang berasal dari wilayah terpapar untuk masuk ke wilayah bebas PMK. Hal ini supaya penularan PMK tidak semakin menyebar.

"Saat ini pihak-pihak kesehatan hewan tengah serius menangani hal ini tanpa kenal lelah. Presiden juga sudah memberikan instruksi daerah yang terjangkut wabah PMK ini tidak boleh mengeluarkan satu pun hewan ke daerah lain," pungkasnya.

Untuk diketahui, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo telah menetapkan dua daerah yang diserang wabah PMK pada hewan ternak yaitu Kabupaten Aceh dan Kabupaten di Jawa Timur.

Untuk Kabupaten Aceh yakni Aceh Tamiang dan Aceh Timur. Sementara Jawa Timur terdiri dari Gresik, Sidoarjo, Lamongan, dan Mojokerto.

Mentan juga menerangkan bahwa pemerintah melakukan tiga langkah antisipasi untuk hal ini, yaitu langkah darurat dengan turun langsung mengintervensi melalui lokalisasi wabah agar tidak semakin menyebar, dan juga dengan mendistribusikan obat-obatan, vitamin, antibiotik, serta menyiapkan vaksin.

Adapun langkah kedua yaitu dilakukan pengendalian agar wabah penyakit mulut dan kuku tidak semakin menyebar dan virusnya tidak bermutasi. Sedangkan langkah ketiga yaitu dengan melakukan pemulihan pada hewan ternak di Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini