Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Produksi Bawang Merah dan Stok Daging Terjamin Jelang Ramadan dan Lebaran

Tangguh Yudha , Jurnalis-Rabu, 04 Februari 2026 |16:45 WIB
Produksi Bawang Merah dan Stok Daging Terjamin Jelang Ramadan dan Lebaran
Ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok nasional dalam kondisi aman menjelang Ramadan 2026. (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok nasional dalam kondisi aman menjelang Ramadan 2026.

“Aman, tidak ada masalah. Relatif aman,” ujarnya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Rabu (4/2/2026).

Pemerintah, kata Budi, telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga pasokan dan mengendalikan harga di pasar. Berdasarkan laporan terbaru dari pelaku usaha hingga distributor, tidak terdapat kendala berarti dalam penyediaan kebutuhan pokok masyarakat. Seluruh rantai pasok disebut siap mengamankan kebutuhan hingga Lebaran mendatang.

“Kemarin juga sudah melaporkan ke dinas, distributor, dan pemasok, mereka siap untuk mengamankan Lebaran. Mudah-mudahan harga-harga bisa terkendali,” tambahnya.

Pasokan Bawang Merah

Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan produksi dan pasokan bawang merah nasional aman menjelang Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah. Kepastian ini didukung oleh panen raya bawang merah di Kabupaten Cirebon yang tetap optimal meski wilayah tersebut mengalami curah hujan tinggi beberapa bulan terakhir.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan, Agung Sunusi, menyampaikan produktivitas bawang merah di Kecamatan Pangenan, Cirebon, mencapai rata-rata 10 ton per hektare di tengah cuaca ekstrem. Angka ini dinilai cukup baik dibandingkan rata-rata nasional yang berkisar 11–12,5 ton per hektare.

“Jika mengacu pada data BPS, rata-rata nasional berada di kisaran 11–12,5 ton per hektare. Dengan kondisi hujan hampir setiap hari dan cuaca ekstrem, capaian Cirebon ini sudah di atas ekspektasi,” kata Agung, Rabu (4/2/2026).

Kondisi produksi yang melimpah turut berkontribusi terhadap deflasi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat deflasi 0,15 persen secara bulanan (month-to-month) pada Januari 2026, yang didorong oleh sejumlah komoditas pangan strategis, termasuk bawang merah dengan andil deflasi 0,07 persen.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement