Share

Mengenal Ars-Vita Alamsyah, Wanita Muslimah Pertama yang Bekerja di SpaceX Milik Elon Musk

Agregasi VOA, Jurnalis · Jum'at 13 Mei 2022 19:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 13 320 2593873 mengenal-ars-vita-alamsyah-wanita-muslimah-pertama-yang-bekerja-di-spacex-milik-elon-musk-aRtBlmt8XG.jpg Kisah engineer muslim asal Indonesia bekerja di SpaceX (Foto: VOA)

JAKARTA - Ars-Vita Alamsyah menjadi wanita muslimah pertama yang bekerja di SpaceX milik Elon Musk. Dia bercerita, rasa percaya diri menjadi kunci baginya setiap kali mengambil berbagai peluang dalam hidupnya, termasuk saat ia diterima bekerja di perusahaan industri antariksa asal Amerika.

“Ini bukan sesuatu yang sejak awal saya targetkan, tapi tentunya sangat keren menjadi bagian dari (perusahaan) ini,” kata Vita dilansir dari VOA, Jumat (13/5/2022).

Ars-Vita Alamsyah adalah insinyur teknik mesin dan manajemen rantai pasokan yang bekerja di SpaceX, perusahaan produsen kendaraan antariksa, jasa transportasi luar angkasa serta komunikasi, yang bermarkas di kota Hawthorne, California, Amerika Serikat.

Kariernya dimulai selepas lulus sarjana dari University of Maryland jurusan Teknik Mesin tahun 2017 lalu. Dia bekerja di Northrop Grumman, perusahaan teknologi pertahanan dan kedirgantaraan Amerika. Di sana, ia bertanggung jawab mengatasi isu rantai pasokan global.

Tiga tahun berselang, Vita melanjutkan pendidikannya ke Massachusetts Institute of Tehcnology (MIT) dengan mengambil master ilmu terapan dalam bidang manajemen rantai pasokan, hingga akhirnya bergabung dengan SpaceX pada Agustus 2021 sebagai supply chain reliability engineer.

“Ya, ini waktu yang sangat menarik untuk berkecimpung dalam industri luar angkasa, dan sejujurnya itu bukan minat langsung yang saya bangun sejak kecil,” ujarnya.

Meski demikian, dirinya memang selalu memiliki rasa ingin tahu yang tinggi mengenai proses pembuatan dan perakitan suatu benda sejak dulu. Itu semua tak lepas dari sosok sang kakek yang seorang insinyur mesin. “Saya amat terinspirasi olehnya,” ujar Vita.

Kegigihan Vita sebagai seorang insinyur, tepatnya engineer alias rekayasawan, sebagiannya terdorong oleh tantangan untuk meyakinkan dan membuktikan dirinya sebagai perempuan setara dengan laki-laki yang berprofesi sama– isu yang masih kental terasa dalam industri yang masih didominasi pria, seperti STEM (sains, teknologi, teknik dan matematika).

Kegigihan itu harus diiringi dengan rasa percaya diri yang tinggi, tuturnya, meski kepercayaan diri itu tak selalu hadir sesuai ekspektasi.

“Kepercayaan diri tidak muncul seketika. Yang utama dan penting, Anda harus mengkalibrasi diri lagi dan lagi seiring waktu untuk memastikan Anda percaya diri dan paham betul akan cakupan (tanggung jawab Anda) dan dengan siapa Anda berinteraksi,” ungkap Vita.

Terlepas dari tantangan itu, Vita menyadari bahwa kesetaraan gender semakin diperhatikan dalam lingkup pekerjaannya. Ia melihat kesempatan bagi rekayasawan perempuan semakin terbuka lebar.

“Urun daya dan selesaikan pekerjaan Anda dengan baik,” pesannya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini