Share

Sektor Keuangan Diminta Waspadai Serangan Siber dari Internal

Antara, Jurnalis · Selasa 17 Mei 2022 20:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 17 320 2595694 sektor-keuangan-diminta-waspadai-serangan-siber-dari-internal-F5br9Db8AJ.jpg Perusahaan keuangan harus waspadai ancaman serangan siber (Foto: Mint)

JAKARTA – Perusahaan sektor keuangan diminta mewaspadai ancaman serangan siber. Adapun ancaman serangan siber tidak hanya bersumber dari eksternal saja.

Section Head Multipolar Technology Ignasius Oky Yoewono mengatakan serangan internal seringkali tidak disadari dan memerlukan waktu lama untuk menanganinya. Timbulnya serangan internal, salah satunya juga dipicu akses-akses karyawan yang membuka pintu bagi oknum untuk masuk ke sistem penting.

"Kita perlu mengelola karyawan baik yang masih bekerja maupun yang sudah selesai bekerja dengan perusahaan terkait dengan account dan akses terhadap sistem-sistem kritikal yang ada di perusahaan. Seringkali, kita lupa menghapus kredensial atau akses privilege yang mereka punya," ujar Oky, Selasa (17/5/2022).

Lebih jauh, ia menceritakan, ada salah satu kasus serangan siber pada rantai pasok perusahaan yang baru diketahui enam sampai sembilan bulan setelahnya. Serangan siber tersebut bisa terjadi karena terdapat celah pada software yang digunakan perusahaan sehingga oknum bisa memanfaatkannya.

Untuk meminimalisir hal itu, Multipolar Technology menawarkan pendekatan baru dalam deteksi keamanan siber, yaitu dengan pemanfaatan solusi IBM Security.

Oky mengungkapkan, IBM Security bisa memangkas deteksi dan penyelesaian anomali siber dari beberapa hari atau minggu menjadi hitungan menit atau jam saja. Hal itu karena IBM Security memanfaatkan artificial intelligence (AI) dalam deteksi anomali siber yang ada.

"Analisa akan dilakukan otomatis oleh AI. Tim nantinya akan diberikan sugesti oleh AI tersebut terkait remediasi yang perlu dilakukan, sehingga akan mempercepat waktu penyelidikan insiden. Tim SOC (Security Operations Center) bisa melakukan remediasi dan memperbaiki sistem secepatnya tanpa melibatkan banyak pihak," kata Oky.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Brand Technical Specialist IBM Security Indonesia Indra Permana Rusli menyampaikan bahwa penerapan teknologi saat ini berimbang dengan peningkatan ancaman siber atau cyber threat di mana semakin canggih teknologi yang dikembangkan, semakin kreatif juga tipe penyerangannya.

Dalam laporan IBM Security X-Force Threat Intelligence Index 2022, berdasarkan data riset tahun 2021, dilaporkan terdapat tiga tipe penyerangan yang seringkali kita temukan yaitu ransomware, phishing, dan data attacks.

Terjadi penurunan%tase sebanyak 2 poin jika dibandingkan dengan data pada tahun sebelumnya, dari angka 23% menurun menjadi 21%. Penurunan angka tersebut merupakan hasil dukungan enforcement dari pemerintah melalui regulasi dan juga dikarenakan adanya peningkatan perhatian masyarakat terkait pentingnya pengamanan informasi.

Dalam riset yang sama disebutkan bahwa dengan persentase sebanyak 41%, phishing merupakan jalur masuk yang sering kali digunakan dalam penyerangan siber.

"Dalam usaha memperkuat keamanan siber untuk melindungi perusahaan dari jenis penyerangan yang semakin canggih, perusahaan harus selalu dapat menerapkan kontrol keamanan yang tepat mengikuti tren dan standar teknologi yang ada," ujar Indra

.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini