Share

Kerugian Intiland Development (DILD) Bengkak Jadi Rp72,7 Miliar di Kuartal I-2022

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Senin 30 Mei 2022 12:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 30 278 2602455 kerugian-intiland-development-dild-bengkak-jadi-rp72-7-miliar-di-kuartal-i-2022-9mjke0cib1.JPG Intiland Development catat rugi Rp72,7 miliar. (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Intiland Development Tbk (DILD) mengalami rugi Rp72,7 miliar dalam tiga bulan pertama tahun 2022 atau memburuk dibandingkan periode sama tahun 2021 yang mencatatkan laba bersih Rp3,248 miliar.

Adapun pendapatan usaha tumbuh 2,18% menjadi Rp562,47 miliar, ditopang penjualan rumah senilai Rp166,14 miliar, atau naik 50,9% dibanding kuartal I 2021 sebesar Rp110,23 miliar.

Bahkan, penjualan lahan industri melonjak 191,6% menjadi Rp105,96 miliar.

 BACA JUGA:Mantap! Telkom (TLKM) Tebar Dividen Rp14,8 Triliun, 60% dari Laba Bersih

Lalu, pendapatan dari fasilitas tumbuh 25,06% menjadi Rp91,832 miliar.

Untuk penjualan rumah susun anjlok 46,6% sisa Rp121,29 miliar. Senasib, pendapatan dari perkantoran turun 34,5% menjadi Rp53,067 miliar.

Namun, beban pokok penjualan dan beban langsung bengkak 20,13% menjadi Rp352,33 miliar, dipicu beban penjualan kawasan industri melonjak 3.750% menjadi Rp77,616 miliar. Di tambah kenaikan beban penjualan rumah sebesar 61,6% menjadi Rp97,599 miliar.

Sehingga, laba kotor merosot 18,28% menjadi Rp210,13 miliar. Di samping itu beban bunga naik 20,23% menjadi Rp101,93 miliar.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Ditambah, bengkaknya komponen pendapatan atas liabilitas kontrak sebesar 21,6% menjadi Rp101 miliar. Perseroan juga mencatatkan rugi sebelum pajak penghasilan senilai Rp97,255 miliar.

Sedangkan, aset tumbuh 0,7% menjadi Rp16,579 triliun, salah satu pemicunya adalah liabilitas kontrak tumbuh 8,8% menjadi Rp3,7 triliun. Selanjutnya arus kas digunakan untuk aktivitas operasi mencapai Rp236,82 miliar, untuk kuartal I 2021 membukukan arus kas diiperoleh dari aktivitas operasi senilai Rp210,18 miliar.

Diketahui, perseroan tahun ini menargetkan perolehan marketing sales sebesar Rp2,4 triliun atau meningkat sekitar 47% dari pencapaian tahun lalu.

Di mana perseoran ingin mengandalkan hasil penjualan dari beberapa pengembangan proyek baru yang akan diluncurkan tahun ini maupun dari pengembangan baru di proyek-proyek berjalan.

“Tahun ini kami rencananya meluncurkan sejumlah proyek baru, seperti perumahan maupun komersial. Proyek-proyek baru ini sudah masuk dalam pipeline pengembangan dan menunggu momentum terbaik untuk peluncuran di tahun ini,” kata Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland, Archied Noto Pradono.

 BACA JUGA:Perdana Gapuraprima (GPRA) Raup Laba Bersih Rp51,82 Miliar

Sebagai informasi, beberapa pengembangan baru yang akan diluncurkan tahun ini antara lain sebuah proyek perumahan di Jakarta Utara, pengembangan tiga klaster baru di Surabaya dan Jakarta, serta property komersial di Tangerang.

Pihaknya berharap pasar properti nasional dapat tumbuh stabil sepanjang tahun ini.

Terakhir, manajemen perseroan menyiapkan sejumlah strategi kunci untuk meningkatkan kinerja penjualan dan memberikan kemudahan pembelian kepada para konsumen, seperti program promo terpadu yang akan diselenggaran tahun ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini