Share

Rugi GoTo Bengkak dari Rp1,9 Triliun Jadi Rp6,6 Triliun, Begini Penjelasan Bos GOTO

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Senin 30 Mei 2022 19:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 30 278 2602794 rugi-goto-bengkak-dari-rp1-9-triliun-jadi-rp6-6-triliun-begini-penjelasan-bos-goto-IHBSXedHkh.jpg Rugi Bersih GOTO Meningkat. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) membukukan rugi bersih senilai Rp6,61 triliun pada kuartal I-2022. Capaian itu membengkak 237,87% dibandingkan periode sama 2021 senilai Rp1,95 triliun.

CEO GoTo Andre Sulistyo menegaskan, laporan keuangan interim kuartal I-2022 belum memasukkan data dari Tokopedia, mengingat integrasi Gojek dan Tokopedia baru terlaksana pada pertengahan tahun 2021.

"Laporan keuangan Q1/2022 ini kurang tepat karena disajikan tanpa data Tokopedia dikarenakan gabungan dari Gojek dan Tokopedia atau GoTo baru selesai dilakukan pada Mei 2021," kata Andre dalam paparan publik secara virtual, Senin (30/5/2022).

Baca Juga: GoTo Rencanakan Private Placement, Lepas 118,43 Miliar Saham Baru

Andre menyatakan kinerja kuartalan GoTo dapat dilihat dari laporan proforma perseroan di mana nilai transaksi kotor atau gross transaction value (GTV) perusahaan meningkat sebesar Rp140,0 triliun atau tumbuh 46%.

GTV adalah indikator kinerja operasional yang mewakili segmentasi transaksi perseroan mulai dari on-demand services, e-commerce, volume pembayaran (platform fintech), yang tidak memperhitungkan nilai dari transaksi yang terjadi antar entitas di dalam Grup GoTo yang dihapuskan pada saat dikonsolidasi.

"Sehingga untuk menggambarkan bisnis kami secara apple to apple, akan tepat jika menggunakan laporan keuangan proforma. Proforma yang kami maksud di sini adalah kami mengindikasikan bahwa Tokopedia telah bergabung dengan GoTo sejak 1 Januari 2021," tutur Andre.

Baca Juga: BEI Soroti Saham GOTO Anjlok hingga 6,73%

Andre mengungkapkan bahwa margin adjustment ebitda GoTo pada kuartal 1/2022 terkendala beberapa hal, salah satunya adalah akibat kondisi makro di tanah air.

"Pada kuartal I/2021 adalah puncak kondisi covid, varian delta di Asia Tenggara, dan selanjutnya setelah pandemi mulai pulih di kaurtal 2-3, kami memutuskan untuk investasi di user acquisition seiring pulihnya ekonomi," ungkapnya.

Seperti diketahui, per 31 Maret 2022, GoTo membukukan pendapatan bersih sebesar Rp1,49 triliun, atau naik 65,48% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp904,83 miliar.

Jumlah aset kuartal I-2022 sebesar Rp151,13 triliun, menyusut 2,57% dibandingkan posisi aset akhir tahun 2021 senilai Rp155,13 triliun.

Liabilitas atau kewajiban utang GOTO membengkak 3,11% menjadi Rp16,61 triliun, dari akhir 2021 sebanyak Rp16,11 triliun. Adapun ekuitas perseroan menyusut menjadi Rp134,52 triliun dari Rp139,02 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini