JAKARTA - Peneliti Departemen Ekonomi Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Adinova Fauri menilai, bantuan langsung tunai (BLT) merupakan langkah yang tepat dilakukan pemerintah di tengah naiknya harga pangan.
Baginya, hal itu lebih baik dibandingkan mengeluarkan kebijakan penetapan harga komoditas.
"Memprioritaskan social protection dengan BLT saya rasa lebih tepat dibandingkan penetapan harga karena ini bisa jadi katalis masyarakat ketika terjadi peningkatan harga bahan pokok," ujarnya dalam media briefing secara virtual, Senin (30/5/2022).
BACA JUGA:4 Fakta BLT Subsidi Cair ke 8,8 Juta Pekerja, Langsung Dibayar 2 Bulan
Dia mengatakan, dengan adanya BLT yang sesuai target serta pengawasan yang ketat, akan lebih menolong masyarakat.
Sebab, dia meraa jika menggunakan kebijakan penetapan harga akan rawan adanya hal-hal yang tidak diinginkan dan pada ujungnya terjadi kelangkaan.
BACA JUGA:Mau Dapat BLT UMKM Rp600.000? Penuhi Syarat Ini
"Ini yang kita lihat seperti kasus minyak goreng. Ketika ada penetapan harga, yang terjadi malah minyak goreng hilang di pasaran," cetusnya.
Dia menyimpulkan, kebijakan penetapan harga bukan jalan keluar yang efektif dalam menangani lonjakan harga komoditas.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.